Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Awas Kanker! Bahaya Formalin dalam Makanan dan Cara Mengenalinya

Kiki KaltengPos • Rabu, 10 Desember 2025 | 11:16 WIB
ILUSTRASI : Ikan Teri kering. FREEPIK
ILUSTRASI : Ikan Teri kering. FREEPIK

KALTENG POS - FORMALIN, atau yang dikenal sebagai formaldehida, adalah larutan kimia kuat yang sangat umum digunakan dalam industri sebagai desinfektan, bahan pengawet mayat (pengawetan spesimen biologis), dan bahan baku industri tekstil atau plastik. Namun, dalam beberapa kasus yang mengkhawatirkan, zat berbahaya ini sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan.

Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung formalin, meskipun dalam dosis kecil, dapat membawa bahaya serius bagi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca Juga: BBPOM dan Disdagperin Temukan Teri dan Baby Cumi Mengandung Formalin di 4 Pasar Kota Palangka Raya

Apa Itu Formalin dan Mengapa Berbahaya?
Formalin adalah senyawa kimia beracun yang tidak diizinkan untuk digunakan pada makanan oleh badan pengawas makanan mana pun di dunia.

Formalin adalah zat yang sangat reaktif. Ketika masuk ke dalam tubuh, ia dapat berinteraksi dengan protein dan asam nukleat (DNA/RNA) dalam sel, mengganggu fungsi sel normal dan menyebabkan mutasi.

Formalin diklasifikasikan sebagai karsinogen (zat pemicu kanker) oleh lembaga kesehatan internasional (WHO). Paparan kronis sangat meningkatkan risiko kanker.

Makanan/minuman yang mengandung formalin tidak dapat hilang atau dinetralkan sepenuhnya melalui proses pencucian, perebusan, atau penggorengan.

Dampak Formalin pada Tubuh Manusia

Bahaya mengonsumsi formalin dapat dibagi menjadi efek akut (langsung) dan efek kronis (jangka panjang).

1. Efek Akut (Paparan Jangka Pendek): ketika seseorang mengonsumsi makanan dengan kadar formalin tinggi, reaksi yang cepat mungkin terjadi diantaranya gangguan Pencernaan, kerusakan organ, sistem Saraf, gagal ginjal.

2. Efek Kronis (Paparan Jangka Panjang): Paparan formalin yang berulang, meskipun dalam kadar rendah, adalah yang paling berbahaya karena efeknya terakumulasi dari waktu ke waktu.

Risiko paling menakutkan adalah peningkatan risiko kanker, terutama kanker saluran cerna, kanker tenggorokan, dan leukimia. Dapat mengindikasi pada kerusakan hati, gangguan ginjal, gangguan reproduksi.

Baca Juga: Manfaat Bunga Telang: 4 Khasiat Ampuh Usir Penyakit Kronis

Cara Mengenali Makanan yang Mengandung Formalin
Karena formalin tidak berbau pada makanan yang diolah, pengenalan menjadi sulit. Namun, ada beberapa ciri fisik yang patut dicurigai untuk mengetahui makanan mengandung formalin.

Ikan dan Ayam : Teksturnya sangat kenyal, kaku, dan elastis (tidak mudah hancur). Bau amisnya hilang atau sangat samar. Lalat enggan hinggap.

Tahu dan Mi Basah : Tidak mudah basi, bahkan setelah didiamkan di suhu ruang selama 2-3 hari. Teksturnya sangat kenyal dan tidak berbau kedelai/tepung alami.

Formalin adalah zat yang seharusnya berada di laboratorium atau rumah duka, bukan di meja makan kita. Dengan meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian, kita dapat melindungi keluarga dari ancaman racun tersembunyi ini. (*)

Editor : Kiki Rizqie
#ayam #bahaya formalin #makanan #kanker #gangguan pencernaan #gagal ginjal #ikan