Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik

Toilet Jongkok vs Toilet Duduk: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

Kiki KaltengPos • Kamis, 11 Desember 2025 | 12:30 WIB
ILUSTRASI : Toilet Jongkok dan duduk. FREEPIK
ILUSTRASI : Toilet Jongkok dan duduk. FREEPIK

KALTENG POS - Toilet adalah fasilitas sanitasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Ada dua jenis toilet yang umum digunakan, yaitu toilet jongkok dan toilet duduk. Kedua jenis toilet ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Toilet jongkok dianggap lebih higienis karena tidak ada kontak langsung antara tubuh dengan toilet, namun toilet duduk dianggap lebih nyaman dan mudah digunakan. Dalam memilih jenis toilet, kesehatan tubuh juga perlu dipertimbangkan.

Penelitian menunjukkan bahwa toilet jongkok dapat membantu mengurangi risiko penyakit hemoroid dan konstipasi, namun dapat menyebabkan kelelahan pada kaki dan paha.

Sementara itu, toilet duduk lebih nyaman digunakan, tetapi dapat meningkatkan risiko penyakit hemoroid jika tidak digunakan dengan benar. Jadi, manakah yang lebih bagus bagi tubuh? Berikut ini penjelasannya secara ilmiah.

Keunggulan dan Kekurangan Masing-masing

Melansir dari jawapos.com yang mengutip dari Alodokter, toilet jongkok memiliki beberapa kekurangan yang umumnya disebutkan seperti tampilan yang kuno dan rasa kurang nyaman saat digunakan.

Pasalnya, untuk seseorang yang tidak terbiasa menggunakan toilet jongkok, posisi ini akan menyebabkan rasa nyeri pada tumit dan paha.

Buang Air Besar (BAB) dengan posisi jongkok juga kurang sesuai untuk orang yang memiliki masalah pada pergelangan kaki, misalnya radang sendi, keseleo, patah tulang, atau tendinitis.

Meski begitu, posisi jongkok saat BAB justru menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang didasarkan pada beberapa penelitian.

Posisi jongkok diyakini dapat membantu proses BAB menjadi lebih lancar, karena dapat membuka ruang pembuangan dan otot di sekitar anus menjadi lebih rileks. Keuntungan relaksasi tersebut akan mengoptimalkan pengeluaran feses menjadi lebih mudah dan lebih tuntas.

Dibandingkan pesaingnya, toilet duduk memiliki tampilan yang lebih modern dan terasa lebih nyaman bagi sebagian orang, terutama lansia, ibu hamil, dan mereka yang mengalami cedera lutut.

Namun, harganya yang lebih tinggi dan dari sisi higienitas, toilet duduk dinilai kurang ideal dibandingkan toilet jongkok.

Penelitian menunjukkan bahwa BAB dengan posisi duduk cenderung membutuhkan waktu dan usaha lebih besar. Kondisi ini dapat memicu masalah seperti wasir dan sembelit akibat mengejan terlalu keras atau duduk terlalu lama.

Selain itu, kontak langsung dengan permukaan dudukan kloset meningkatkan risiko penularan penyakit, seperti diare, flu, dan infeksi kulit. Hal ini terjadi karena area tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan virus seperti E. coli, Shigella, hepatitis A, dan norovirus. (jpc)

Editor : Kiki Rizqie
#toilet jongkok #toilet duduk #patah tulang #lebih sehat