KALTENG POS - Pernahkah Anda merasakan sensasi telinga tersumbat, berdenging, atau bahkan nyeri yang tajam saat pesawat baru saja lepas landas atau akan mendarat? Kondisi ini sangat umum terjadi dan sering disebut sebagai Barotrauma Telinga atau Airplane Ear.
Meski biasanya bersifat sementara, rasa tidak nyaman ini tentu bisa mengganggu kenyamanan perjalanan Anda. Lantas, mengapa fenomena ini terjadi dan siapa saja yang paling berisiko? Simak ulasan lengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Mengapa Telinga Berdenging Saat di Pesawat?
Penyebab utamanya adalah perubahan tekanan udara yang cepat. Di dalam telinga manusia, terdapat sebuah saluran kecil bernama Tuba Eustachius.
Saluran ini menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung dan tenggorokan. Fungsi utamanya adalah menyeimbangkan tekanan udara di dalam telinga dengan tekanan udara di luar (atmosfer).
Baca Juga: Hindari 4 Jenis Makanan Ini Demi Cegah Risiko Peradangan Tubuh
Saat pesawat berubah ketinggian dengan cepat:
Tekanan udara di luar berubah drastis, sementara tekanan di dalam telinga tengah belum sempat menyesuaikan diri. Perbedaan tekanan ini menyebabkan Gendang Telinga (Timpani) terdorong ke dalam atau tertarik ke luar.
Akibatnya, getaran suara tidak dapat merambat dengan normal, sehingga muncul sensasi penuh, berdenging (tinnitus), hingga rasa sakit.
Siapa Saja yang Bisa Mengalaminya?
Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia. Namun, ada beberapa kelompok yang jauh lebih rentan:
Penderita Flu atau Alergi: Pembengkakan pada saluran hidung akibat pilek atau sinusitis dapat menyumbat Tuba Eustachius, sehingga tekanan sulit diseimbangkan.
Bayi dan Anak Kecil: Ukuran Tuba Eustachius pada anak-anak lebih pendek dan lurus dibandingkan orang dewasa, sehingga lebih mudah tersumbat atau gagal berfungsi optimal saat perubahan tekanan.
Penumpang dengan Kelainan Anatomi Telinga: Mereka yang memiliki struktur telinga yang sempit atau bermasalah sejak lahir.
Orang yang Tidur Saat Landing: Saat tidur, kita jarang menelan ludah. Padahal, menelan adalah cara alami untuk membuka Tuba Eustachius.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Penghilang Dahaga, Ini 5 Manfaat Ajaib Air Kelapa Muda bagi Tubuh
Tips Ringan Mengurangi Gejala Airplane Ear
Jika Anda sering mengalami hal ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
1. Manuver Valsalva : Tutup hidung, tutup mulut, lalu hembuskan napas perlahan melalui hidung (seperti meniup balon).
2. Mengunyah atau Menelan : Mengunyah permen karet atau minum air saat pesawat mulai turun membantu membuka saluran telinga.
3. Gunakan Earplug : Gunakan penyumbat telinga khusus pesawat yang didesain untuk memperlambat perubahan tekanan.
4. Tetap Terjaga : Pastikan Anda bangun saat pilot mengumumkan pesawat akan segera mendarat (descent).
Jika telinga Anda tetap berdenging, terasa tuli, atau nyeri hebat selama lebih dari 24 jam setelah mendarat, segera konsultasikan ke dokter THT untuk memastikan tidak ada cedera pada gendang telinga. (*)
Editor : Kiki Rizqie