Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jangan Sepelekan! Ini 5 Tips Merawat Pakaian demi Menjaga Kesehatan Kulit

Kiki KaltengPos • Senin, 5 Januari 2026 | 12:15 WIB
ILUSTRASI : Tips merawat pakaian agar kesehatan kulit terjaga. FREEPIK
ILUSTRASI : Tips merawat pakaian agar kesehatan kulit terjaga. FREEPIK

KALTENG POS - Pernahkah kamu merasa gatal-gatal, muncul kemerahan, atau jerawat di punggung secara tiba-tiba? Banyak dari kita langsung menyalahkan makanan atau debu di luar rumah. Padahal, penyebabnya bisa jadi lebih dekat dari yang kita bayangkan yakni pakaian yang kita kenakan sehari-hari.

Pakaian adalah "lapisan kulit kedua" kita. Cara kita mencuci, menjemur, hingga menyimpan pakaian sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan kulit.

Mengingat pakaian bersentuhan langsung dengan kulit dalam waktu lama, sehingga kebersihan kain dan sisa bahan pencuci dapat berpengaruh terhadap kondisi kulit.

Hal ini kerap disampaikan dr. Tirta dalam berbagai konten edukasi kesehatannya. Ia menekankan bahwa keluhan seperti gatal, kemerahan, atau beruntusan tidak selalu berasal dari keringat atau jenis kain, melainkan bisa dipicu oleh reaksi kulit terhadap residu deterjen yang menempel di pakaian.

“Salah satu faktor penyebab beruntusan biasanya alergi. Saat memakai pakaian lalu kulit terasa gatal atau kemerahan, bisa jadi karena kulit sensitif terhadap bahan yang digunakan saat mencuci,” kata dr. Tirta dalam unggahan di akun Instagram @dr.tirta.

Menurut pria bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi itu, kandungan tertentu dalam deterjen, seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Paraben, berpotensi membuat kulit lebih kering dan sensitif jika digunakan dalam jangka panjang, terutama pada orang dengan kulit sensitif.

Karena itu, pemilihan deterjen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kulit, bukan hanya kemampuan membersihkan noda. Berikut adalah tips cerdas merawat pakaian agar kulit tetap sehat dan bebas iritasi.

1. Pilih Detergen yang Ramah Kulit

Sisa detergen yang tertinggal di serat kain adalah pemicu utama dermatitis kontak. Jika kamu memiliki kulit sensitif, hindari detergen yang mengandung pewangi (fragrance) terlalu tajam atau pemutih yang keras.

Gunakan takaran detergen sesuai instruksi. Menggunakan terlalu banyak detergen tidak membuat baju lebih bersih, justru berisiko meninggalkan residu kimia yang memicu gatal.

2. Bilas Hingga Benar-Benar Bersih

Proses pembilasan seringkali dianggap sepele. Pastikan air bilasan terakhir sudah jernih dan tidak berbusa. Residu sabun yang mengering di kain dapat bereaksi dengan keringat saat baju dipakai, yang kemudian menyebabkan iritasi atau rasa terbakar pada kulit.

3. Jemur di Bawah Sinar Matahari atau Area Kering

Di daerah tropis yang lembap, menjemur pakaian di dalam ruangan adalah kesalahan besar. Pakaian yang tidak kering sempurna menjadi sarang empuk bagi jamur dan bakteri.

Jamur pada pakaian dapat menyebabkan penyakit kulit seperti panu, kadas, atau kurap. Pastikan pakaian benar-benar garing sebelum disetrika dan disimpan.

4. Cuci Baju Baru Sebelum Dipakai

Siapa yang tidak gemas ingin langsung memakai baju baru dari toko? Tunggu dulu! Baju baru biasanya mengandung zat kimia sisa produksi, seperti formaldehida untuk menjaga agar baju tidak kusut di toko, serta pewarna tekstil yang kuat.

Selalu cuci baju baru setidaknya satu kali untuk meluruhkan zat kimia dan debu yang menempel selama proses distribusi.

5. Perhatikan Kebersihan Pakaian Dalam

Pakaian dalam bersentuhan langsung dengan area paling sensitif. Hindari menggunakan pelembut pakaian (softener) secara berlebihan pada pakaian dalam karena bahan kimianya mudah memicu iritasi di area lipatan kulit.

Selain itu, pastikan untuk mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari, terutama jika kamu aktif beraktivitas.

Merawat pakaian dengan cara yang tepat pada akhirnya menjadi bagian dari menjaga kesehatan kulit. Tidak hanya membuat pakaian lebih awet dan nyaman dikenakan, tetapi juga membantu meminimalkan risiko gangguan kulit akibat paparan bahan yang tidak cocok. “Supaya pakaian aman dan nyaman, ya dirawat dengan baik,” kata dr. Tirta. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#daerah tropis #detergen #kulit gatal #kulit kering #kemerahan #kulit sensitif #pewarna tekstil #kesehatan kulit #tirta mandira hudhi #jerawat di punggung #zat kimia #Iritasi #gatal #kebutuhan kulit #Beruntusan #pewarna tekstil merusak lingkungan #dr. Tirta #kulit