KALTENG POS – Seringkali kita baru menyambangi fasilitas kesehatan ketika tubuh sudah merasakan sakit yang hebat. Padahal, banyak penyakit mematikan bersifat "silent killer" atau tidak bergejala pada stadium awal.
Melakukan skrining kesehatan (deteksi dini) bukan berarti Anda sedang sakit, melainkan langkah cerdas untuk memastikan kualitas hidup jangka panjang.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan pun terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining kesehatan secara rutin.
Lantas, apa saja penyakit yang wajib masuk dalam daftar skrining Anda? Berikut ulasannya:
1. Diabetes Melitus (Cek Gula Darah)
Diabetes seringkali tidak menunjukkan gejala nyata sampai terjadi komplikasi untuk itu wajib diskrining. Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat merusak pembuluh darah dan saraf.
Jika dideteksi dini melalui tes Gula Darah Sewaktu (GDS) atau HbA1c, Anda bisa mencegah komplikasi seperti gagal ginjal, kebutaan, hingga amputasi kaki hanya dengan perubahan pola makan.
2. Hipertensi (Cek Tekanan Darah)
Hipertensi dijuluki sebagai The Silent Killer karena penderita biasanya merasa sehat-sehat saja hingga tiba-tiba terkena serangan.
Kenapa Wajib Skrining? Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol adalah penyebab utama stroke dan serangan jantung.
Skrining rutin dengan tensimeter memungkinkan dokter memberikan intervensi sebelum jantung Anda bekerja terlalu keras.
3. Kanker Payudara (SADANIS & USG/Mamografi)
Bagi wanita, kanker payudara adalah salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker.
Kenapa Wajib Skrining? Peluang kesembuhan kanker payudara mencapai 90% jika ditemukan pada stadium awal.
Skrining melalui Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh tenaga medis atau Mamografi sangat krusial karena benjolan kecil seringkali tidak teraba secara mandiri.
4. Kanker Serviks (IVA Test atau Pap Smear)
Hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV yang menetap.
Kenapa Wajib Skrining? Kanker serviks membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang dari sel pra-kanker menjadi kanker.
Melalui IVA Test atau Pap Smear, sel-sel abnormal dapat ditemukan dan diangkat sebelum berubah menjadi kanker yang mematikan.
5. Penyakit Jantung Koroner (Cek Kolesterol & EKG)
Penumpukan lemak di dinding pembuluh darah tidak bisa dirasakan secara fisik.
Kenapa Wajib Skrining? Mengetahui profil lipid (kolesterol total, LDL, HDL) membantu memetakan risiko sumbatan pembuluh darah. Deteksi dini dapat menyelamatkan Anda dari risiko henti jantung mendadak.
6. Tuberkulosis (TBC)
Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia.
Kenapa Wajib Skrining? TBC sangat mudah menular melalui udara. Skrining (terutama bagi yang memiliki kontak erat dengan penderita atau batuk tak kunjung sembuh) penting untuk memutus rantai penularan di keluarga dan lingkungan sekitar.
Mengapa Harus Skrining Sekarang?
Banyak orang menunda skrining karena takut mengetahui hasilnya. Padahal, ada tiga keuntungan utama melakukan deteksi dini:
1. Biaya Lebih Murah: Mengobati penyakit di stadium awal jauh lebih ekonomis dibandingkan biaya cuci darah atau operasi jantung.
2. Peluang Sembuh Tinggi: Semakin dini ditemukan, intervensi medis akan jauh lebih efektif.
3. Kualitas Hidup Terjaga: Anda tetap bisa produktif tanpa harus bergantung pada obat-obatan dosis tinggi di masa tua. (*)
Editor : Ayu Oktaviana