Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Belajar dari Kasus Lula Lahfah: Apa Itu Henti Jantung dan Mengapa Bisa Terjadi pada Usia Muda

Kiki KaltengPos • Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:30 WIB
ILUSTRASI : Apa itu Henti Jantung. FREEPIK
ILUSTRASI : Apa itu Henti Jantung. FREEPIK

KALTENG POS - Kabar duka yang menyelimuti selebgram Lula Lahfah baru-baru ini menyentak publik dan memicu diskusi luas mengenai betapa rapuhnya batas antara sehat dan maut.

Kepergiannya yang mendadak menjadi pengingat pahit bahwa ancaman kesehatan tidak selalu memberikan peringatan dini; sering kali ia datang secara senyap dalam bentuk henti jantung mendadak (Sudden Cardiac Arrest).

Kasus ini membuka mata banyak orang bahwa kondisi fisik yang tampak bugar di luar bukanlah jaminan mutlak seseorang terbebas dari gangguan sistem kelistrikan jantung.

Di balik tragedi ini, terselip pesan penting bagi kita semua untuk lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi saat jantung berhenti berdetak seketika dan mengapa setiap detik bantuan medis menjadi sangat krusial bagi keselamatan nyawa.

Meskipun sering dianggap sama dengan serangan jantung, keduanya adalah kondisi yang berbeda. Memahami apa itu henti jantung bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati.

Apa Itu Henti Jantung?

Secara sederhana, henti jantung adalah kondisi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Akibatnya, aliran darah ke otak dan organ vital lainnya terhenti.

Jika tidak segera ditangani dalam hitungan menit, kondisi ini dapat menyebabkan kematian atau kerusakan otak permanen.

Bedanya dengan serangan jantung?

- Serangan Jantung: Masalah "saluran pipa" (sumbatan aliran darah ke otot jantung).
- Henti Jantung: Masalah "kelistrikan" (gangguan irama jantung yang membuatnya berhenti memompa).

Mengapa Jantung Bisa Berhenti Mendadak?

Henti jantung biasanya dipicu oleh gangguan listrik di dalam jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur secara drastis (aritmia). Beberapa penyebab utamanya meliputi:

1. Penyakit Jantung Koroner: Penyebab paling umum, di mana pembuluh darah menyempit sehingga otot jantung tidak mendapat nutrisi yang cukup.

2. Kardiomiopati: Kondisi otot jantung yang menebal atau melebar, sehingga sistem listrik jantung terganggu.

3. Gangguan Katup Jantung: Kebocoran atau penyempitan katup dapat memicu pembengkakan otot jantung.

4. Faktor Eksternal: Sengatan listrik, overdosis obat-obatan tertentu, atau ketidakseimbangan elektrolit (seperti kalium dan magnesium) yang ekstrem dalam darah.

5. Aktivitas Fisik Berlebih: Pada orang yang memiliki bakat kelainan jantung tersembunyi, olahraga yang terlalu berat bisa menjadi pemicu.

Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai

Henti jantung seringkali terjadi tanpa peringatan. Namun, segera hubungi bantuan medis jika seseorang mengalami:

- Tiba-tiba pingsan atau tumbang.
- Tidak ada denyut nadi.
- Tidak bernapas atau hanya terengah-engah (gasping).
- Tidak memberikan respons saat dipanggil atau diguncang bahunya.

Apa yang Harus Anda Lakukan?

Jika Anda melihat seseorang mengalami henti jantung, setiap detik sangat berharga. Gunakan langkah "DRS":

D (Danger) : Pastikan lingkungan aman bagi Anda dan korban.

R (Response) : Cek kesadaran korban dengan menepuk bahu.

S (Shout/Send for Help) : Segera telepon ambulans atau bantuan medis terdekat.

Lakukan CPR/RJP : Jika korban tidak bernapas, lakukan kompresi dada (pompa jantung manual) dengan menekan bagian tengah dada secara kuat dan cepat (100–120 kali per menit) hingga bantuan medis datang.

Gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, menjaga tekanan darah, dan rutin melakukan pemeriksaan jantung (medical check-up), adalah langkah preventif terbaik untuk menghindari risiko henti jantung. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#selebgram lula lahfah #jantung koroner #katup jantung #detak jantung #henti jantung #lula lahfah #tekanan darah #penyakit jantung