Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Virus Nipah: Gejala, Cara Penularan, dan Langkah Pencegahan yang Wajib Diketahui

Kiki KaltengPos • Selasa, 27 Januari 2026 | 16:20 WIB
Nipah Virus.
Nipah Virus.

KALTENG POS - Dunia kesehatan kembali menaruh perhatian serius pada India, khususnya negara bagian Kerala, yang dalam beberapa tahun terakhir berulang kali berjuang melawan wabah Virus Nipah (NiV).

Kasus terbaru yang merenggut nyawa menunjukkan betapa fatalnya virus ini jika terlambat dideteksi, mengingat tingkat kematiannya (CFR) yang sangat tinggi, mencapai 40% hingga 75%.

Fenomena di India menjadi peringatan keras bagi kita di Indonesia: virus ini tidak mengenal batas negara, dan keberadaan habitat kelelawar buah yang serupa dengan wilayah kita menjadikan kewaspadaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus zoonotik, artinya ia berpindah dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Penyebab utamanya adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae (sering disebut kalong atau kampret).

Hebatnya, kelelawar ini tidak sakit saat membawa virus, namun mereka bisa menularkannya ke hewan lain maupun manusia.

Bagaimana Cara Penularannya?

Penularan virus Nipah tergolong sangat cepat melalui beberapa jalur utama:

1. Kontak Langsung dengan Hewan Sakit: Menyentuh cairan tubuh (darah, urine, atau air liur) babi atau kelelawar yang terinfeksi.

2. Konsumsi Makanan Terkontaminasi: Memakan buah-buahan atau meminum sadapan air nira/aren yang telah terkena air liur atau kencing kelelawar yang terinfeksi.

3. Penularan Antar-Manusia: Kontak erat dengan orang yang sudah terinfeksi, biasanya terjadi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan yang tidak menerapkan protokol ketat.

Baca Juga: Ibu dan Anak Jadi Kelompok Paling Rentan Superflu, Begini Cara Melindungi Keluarga Anda

Gejala yang Muncul

Biasanya dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Dalam kondisi berat, penderita bisa mengalami radang otak (ensefalitis) yang memicu kejang hingga koma dalam 24-48 jam.

Tips Pencegahan: Lindungi Diri dan Keluarga

Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk manusia maupun obat paten untuk mengatasi virus Nipah. Oleh karena itu, pencegahan adalah kunci utama:

- Cuci Tangan Secara Rutin: Gunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas, terutama setelah berada di area peternakan atau pasar hewan.

- Cuci Buah Sampai Bersih: Selalu cuci buah-buahan di bawah air mengalir dan kupas kulitnya sebelum dimakan. Hindari mengonsumsi buah yang terlihat bekas gigitan hewan.

- Hindari Air Nira Mentah: Pastikan air nira atau aren direbus hingga mendidih sebelum dikonsumsi untuk membunuh virus yang mungkin terbawa oleh kelelawar saat proses penyadapan.

- Gunakan APD di Peternakan: Jika Anda bekerja di peternakan babi, gunakan sarung tangan, masker, dan sepatu bot untuk meminimalisir kontak dengan cairan hewan.

- Hindari Kontak dengan Orang Bergejala: Jika ada kerabat yang menunjukkan gejala radang otak akut setelah bepergian dari daerah wabah, segera bawa ke rumah sakit dan gunakan masker.

Meski terdengar menakutkan, risiko penularan virus Nipah bisa ditekan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pola makan yang higienis.

Jangan mudah panik oleh berita yang belum jelas sumbernya, namun tetaplah waspada terhadap kesehatan di sekitar kita.

Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika Anda mengalami gejala demam tinggi yang disertai gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Virus Zoonotik #virus nipah mematikan #Virus Nipah India #peternak babi #virus nipah #fasilitas kesehatan #air nira #habitat kelelawar