KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Menjaga kebugaran saat menjalankan ibadah puasa seringkali menjadi tantangan. Namun, puasa bukanlah alasan untuk berhenti bergerak.
Mengutip dari laman Antara, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinis Indonesia (PDGKI) Aceh, dr. Iflan Nauval, membagikan strategi cerdas agar aktivitas lari atau jogging tetap memberikan manfaat tanpa membuat tubuh drop.
Berikut adalah panduan lengkap berolahraga saat Ramadhan agar ibadah tetap optimal:
1. Pilih Waktu Terbaik: Pagi atau Sore?
Pemilihan waktu sangat krusial untuk menghindari risiko dehidrasi ekstrem. dr. Iflan merekomendasikan dua opsi waktu:
- Setelah Shalat Subuh: Olahraga di waktu ini membantu metabolisme tubuh dan secara alami menghasilkan sekitar 300 cc air dalam tubuh. Lakukan dengan intensitas rendah agar tidak memicu rasa haus berlebih.
- Sore Menjelang Buka (Ngabuburit): Jika memilih waktu sore, pastikan Anda selesai 30 menit sebelum azan Maghrib untuk memberikan waktu pendinginan.
Contoh: Jika buka puasa pukul 18.50 WIB, mulailah olahraga pada pukul 17.30 WIB untuk durasi 30 menit.
2. Atur Intensitas dan Durasi
Jangan memaksakan diri seperti saat tidak berpuasa. Cukup lakukan jogging ringan atau jalan kaki santai selama 30 hingga 60 menit.
Khusus untuk kelompok usia muda (18–25 tahun), intensitas mungkin bisa sedikit lebih tinggi, namun tetap harus dijaga agar tidak kelelahan.
Ingat, tujuan utama adalah kebugaran, bukan mengejar rekor lari, sehingga energi untuk ibadah Tarawih tetap terjaga.
3. Hindari Olahraga Malam Hari
Sangat tidak disarankan melakukan olahraga berat di malam hari. Mengapa?
- Gangguan Ritme Sirkadian: Malam hari adalah waktu bagi tubuh untuk beristirahat.
- Risiko Kesehatan: Memaksakan fisik di malam hari dapat mengganggu sistem tubuh dan meningkatkan risiko serangan jantung.
4. Nutrisi: Kunci Utama Performa
Olahraga akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan asupan gizi yang tepat. dr. Iflan menekankan tiga poin penting:
- Hidrasi : Minum 800–1000 ml air saat sahur untuk menjaga cadangan elektrolit.
- Protein Hewani : Konsumsi daging, ayam, bebek, atau telur untuk pemulihan otot.
- Real Food : Pilih makanan minim pengolahan. Hindari makanan cepat saji dan deep frying.
"Olahraga tidak akan berarti banyak jika kita tetap mengonsumsi lemak jahat. Kurangi gorengan dan beralihlah ke nasi dengan lauk yang dimasak sederhana."
Dengan mengatur waktu dan asupan nutrisi secara bijak, Anda tetap bisa tampil prima dan bugar sepanjang bulan suci Ramadhan. (ant)
Editor : Ayu Oktaviana