Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Tetap Ngopi dan Ngeteh Saat Puasa? Ini Tips Aman Agar Tubuh Tidak Dehidrasi

Kiki KaltengPos • Rabu, 4 Februari 2026 | 19:00 WIB
ILUSTRASI : Waktu yang tepat minum kopi dan teh saat berpuasa. FREEPIK
ILUSTRASI : Waktu yang tepat minum kopi dan teh saat berpuasa. FREEPIK

KALTENGPOS.JAWAPOS - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, menyeruput kopi di pagi hari atau menikmati teh hangat saat berbuka bukan sekadar kebiasaan, melainkan "ritual" wajib. Namun, saat menjalankan ibadah puasa, pola konsumsi kafein ini tentu perlu disesuaikan agar tidak mengganggu kesehatan tubuh.

Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa mengonsumsi teh dan kopi selama bulan Ramadan sebenarnya diperbolehkan. Meski begitu, kuncinya terletak pada pengaturan waktu dan porsi yang tepat.

Kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik. Efek diuretik ini memicu ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urin.

Jika dikonsumsi secara berlebihan saat sahur, Anda berisiko kehilangan cairan tubuh lebih cepat dan merasa lebih haus di siang hari.

Tips Sehat Mengonsumsi Kopi dan Teh Saat Berpuasa

Agar ibadah puasa tetap lancar tanpa harus meninggalkan hobi "ngopi" atau "ngeteh", berikut adalah panduan praktis yang bisa Anda ikuti:

1. Perhatikan Waktu Konsumsi

Hindari meminum kopi atau teh sesaat setelah azan Magrib (saat perut kosong) atau tepat sebelum imsak.

- Saat Berbuka: Dahulukan air putih dan makanan ringan untuk memulihkan energi. Minumlah kopi atau teh sekitar 1-2 jam setelah makan besar.

- Saat Sahur: Jika ingin minum teh atau kopi, pastikan jumlahnya sangat terbatas agar tidak memicu dehidrasi berlebih di siang hari.

2. Batasi Jumlah Cangkir

Jangan menyamakan porsi harian saat tidak berpuasa. Cukup konsumsi satu cangkir saja dalam sehari. Mengonsumsi lebih dari itu dapat meningkatkan detak jantung dan memicu asam lambung, terutama bagi penderita maag.

3. Kontrol Kadar Gula dan Susu

Kebiasaan menambahkan banyak gula, krimer, atau susu kental manis dapat melonjakkan kadar gula darah secara drastis.

- Gunakan sedikit gula atau ganti dengan pemanis alami.
- Hindari kopi instan "3-in-1" yang biasanya tinggi kandungan gula dan lemak trans.

4. Kompensasi dengan Air Putih

Ini adalah aturan emas. Jika Anda meminum satu cangkir kopi, pastikan Anda menambah asupan air putih ekstra untuk menggantikan cairan yang terbuang akibat efek diuretik kafein. Tetap gunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur).

"Boleh saja sebenarnya mengonsumsi teh dan kopi saat puasa, tapi memang perlu diperhatikan waktu dan jumlah saat mengonsumsinya," — dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK.

Menjaga kesehatan selama Ramadan adalah tentang keseimbangan. Dengan mengikuti saran ahli, Anda tetap bisa menikmati minuman favorit tanpa mengorbankan kebugaran tubuh saat beribadah. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#kadar gula #kesehatan tubuh #kopi #ibadah puasa #kafein #kebugaran tubuh #kopi instan