KALTENGPOS.JAWAPOS - Bagi sebagian orang, sahur sering kali jadi momen "balap lari" dengan waktu imsak. Karena masih mengantuk, prinsipnya cuma satu: yang penting kenyang! Tapi pernah tidak, baru jam 10 pagi perut sudah keroncongan dan badan rasanya lunglai?
Bisa jadi, menu sahurmu selama ini kurang tepat. Alih-alih jadi modal energi, kebiasaan "asal kenyang" justru bikin gula darah naik-turun seperti roller coaster. Yuk, cek 4 kesalahan umum saat sahur agar puasamu tetap tegak dan semangat!
1. Tim Karbohidrat Sederhana (Nasi Putih & Mi Instan)
Siapa yang kalau sahur wajib ketemu nasi putih porsi gunung atau mi instan pakai nasi? Memang kenyang banget di awal, tapi karbohidrat sederhana ini sifatnya cepat diserap tubuh.
Gula darahmu akan melonjak tinggi lalu anjlok seketika. Efeknya? Kamu bakal merasa lemas dan lapar lagi sebelum waktu Zuhur tiba.
2. Protein dan Lemak Sehat Sering Dilupakan
Jangan cuma fokus ke nasi! Protein (telur, ayam, tempe) dan lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan) adalah "pengerem" alami lambung.
Mereka dicerna lebih lama, sehingga rasa kenyangmu awet seharian. Kalau sahur cuma pakai kuah dan nasi, jangan heran kalau energimu cepat habis.
3. Dehidrasi yang Tak Disadari
Sering merasa pusing atau sakit kepala saat puasa? Itu bukan cuma karena lapar, tapi tanda dehidrasi ringan.
Minum air yang cukup saat sahur bukan berarti harus minum satu galon sekaligus, tapi pastikan jumlahnya memadai untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh hingga magrib.
Baca Juga: Tetap Bugar Saat Berpuasa: 5 Pilihan Olahraga Ringan yang Aman dan Menyehatkan
4. Musuhan Sama Sayur dan Serat
Banyak yang malas makan sayur saat sahur karena rasanya "hambar" di mulut yang masih mengantuk.
Padahal, serat adalah kunci kestabilan energi. Tanpa serat, tubuh kehilangan kendali atas penyerapan energi, yang bikin kamu cepat merasa lemas.
Dengan pola makan yang benar dan cairan yang cukup, puasa bukan lagi alasan untuk bermalas-malasan. Yuk, mulai perbaiki menu sahurnya besok pagi!
Editor : Ayu Oktaviana