Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Obesitas Begitu Mengerikan, Berikut Adalah Bahaya Utama Apabila Anda Kelebihan Berat Badan

Agus Pramono • Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:30 WIB

Ilustrasi obesitas
Ilustrasi obesitas


PERNAHKAH Anda mendengar istilah obesitas? Mungkin selama ini kita menganggap badan gemuk adalah sesuatu yang lucu atau menandakan seseorang sehat dan makmur.

Apa Itu Obesitas? Secara sederhana, obesitas adalah penumpukan lemak tubuh yang berlebihan dan dapat mengganggu kesehatan. Untuk mengukur apa-kah seseorang mengalami obesitas, kita bisa menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT).

IMT dihitung dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter).

Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Obesitas membawa serta banyak masalah kesehatan serius atau komplikasi. Jaringan lemak berlebih tidak hanya diam di tubuh, tetapi aktif memproduksi zat-zat yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Berikut adalah beberapa bahaya utama obesitas:

1. Diabetes Tipe 2: Lemak berlebih, terutama di perut, dapat menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi di mana sel-sel tubuh tidak peka terhadap insulin. Akibatnya, gula darah menjadi tinggi. WHO menyebutkan bahwa 90% penderita diabetes tipe 2 memiliki berat badan berlebih.

2. Penyakit Jantung dan Stroke: Obesitas meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida.
Timbunan lemak juga dapat menyumbat arteri yang memasok darah ke jantung dan otak, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

3. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Tubuh dengan obesitas membutuhkan lebih banyak darah untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan lemak. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan pada dinding arteri.

4. Kanker: International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan obesitas terkait dengan setidaknya 13 jenis kanker, termasuk kanker payudara (setelah menopause), usus besar, pankreas, dan ginjal.

5. Gangguan Pernapasan (Sleep Apnea): Penumpukan lemak di sekitar leher dapat menyempitkan saluran napas saat tidur, menyebabkan seseorang berhenti bernapas sejenak dan mendengkur keras.

Ini sangat mengganggu kualitas tidur.

6. Masalah Kesehatan Lainnya: Obesitas juga dapat menyebabkan penyakit hati berlemak, batu empedu, gangguan kesuburan, nyeri sendi (osteoartritis), hingga depresi akibat tekanan sosial dan diskriminasi.

Penyebab Obesitas Pada dasarnya, obesitas terjadi karena ketidakseimbangan energi, di mana jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada yang dibakar melalui aktivitas fisik.

Namun, penyebabnya lebih kompleks dari itu dan melibatkan berbagai faktor:

1. Pola Makan Tidak Sehat: Ini adalah penyebab utama. Konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses (seperti makanan cepat saji, minuman manis kemasan, dan camilan tinggi garam) secara berlebihan.

2. Kurang Aktivitas Fisik (Olahraga): Inilah faktor kunci kedua. Gaya hidup modern yang banyak duduk atau sedentari, seperti bekerja di depan komputer, bermain gawai, menggunakan kendaraan bermotor untuk jarak dekat, dan jarang berolahraga, menyebabkan kalori yang masuk tidak terbakar dan menumpuk menjadi lemak.

3. Faktor Genetik: Gen dapat memengaruhi bagaimana tubuh menyimpan lemak dan mengatur nafsu makan. Namun, faktor genetik biasanya berinteraksi dengan lingkungan dan gaya hidup. Seseorang dengan genetik obesitas tetap bisa memiliki berat badan ideal jika rajin berolahraga dan menjaga pola makan.

4. Faktor Lingkungan dan Sosial: Kemudahan akses ke junk food, harga makanan sehat yang relatif lebih mahal, serta kurangnya ruang publik untuk berolahraga turut berkontribusi pada meningkatnya angka obesitas.

Apa Itu Gizi Seimbang?

Setelah memahami bahaya obesitas, langkah selanjutnya adalah melawannya.

Kuncinya bukan dengan diet ketat yang menyiksa, melainkan dengan menerapkan Gizi Seimbang. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 41 Tahun 2014, gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan.

Slogan “4 Sehat 5 Sempurna” yang kita kenal dulu kini telah diperbarui menjadi “Gizi Seimbang” karena lebih sesuai dengan perkembangan ilmu gizi.

Ada 4 pilar utama dalam gizi seimbang yang harus kita jalankan:

1. Mengonsumsi Aneka Ragam Pangan: Tidak ada satu jenis makanan yang sempurna. Tubuh membutuhkan berbagai macam nutrisi dari sumber karbohidrat (nasi, jagung, kentang, singkong), lauk pauk (ikan, ayam, telur, tahu, tempe), sayuran, dan buah-buahan.

2. Membiasakan Perilaku Hidup Bersih: Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas, serta memastikan kebersihan makanan, dapat mencegah masuknya bibit penyakit yang dapat mengganggu penyerapan gizi.

3. Melakukan Aktivitas Fisik (Olahraga): Inilah pilar yang sangat penting. Olahraga rutin membantu menyeimbangkan antara kalori yang masuk dan yang keluar, membangun otot, dan membakar lemak.

4. Memantau Berat Badan Secara Teratur: Dengan rutin menimbang berat badan, kita bisa tahu apakah berat badan kita ideal, kurang, atau berlebih, sehingga bisa segera melakukan koreksi.(afa)

Editor : Ayu Oktaviana
#hipertensi #pola makan #diabetes #obesitas #junk food #gizi seimbang #indeks massa tubuh #4 sehat 5 sempurna #Ilmu Gizi #stroke #kolestrol jahat