Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Bukan Sekadar 'Bercanda': 5 Pelecehan Seksual yang Sering Disepelekan dan Dampaknya bagi Mental

Kiki Rizqie • Rabu, 15 April 2026 | 15:23 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual kepada anak di bawah umur.
Ilustrasi pelecehan seksual

 

KALTENGPOS.JAWAPOS - Dunia akademik kembali dikejutkan oleh kabar dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), yang ironisnya terjadi melalui ruang digital atau group chat. 

Kasus yang mencuat ke publik ini menjadi tamparan keras, mengingat institusi hukum seharusnya menjadi garda terdepan dalam memahami dan menegakkan hak-hak asasi serta batasan konsensus.

Baca Juga: 16 Pelaku Pelecehan di FH UI Rupanya Alumni SMA Ternama, Berikut Rinciannya 

Terbongkarnya isi percakapan yang merendahkan martabat perempuan di grup tersebut membuktikan bahwa ruang privat digital sering kali menjadi celah bagi normalisasi pelecehan verbal, yang jika dibiarkan, akan menciptakan budaya toksik yang merusak kesehatan mental para korbannya di lingkungan kampus.

Pelecehan seksual tidak melulu soal kontak fisik yang ekstrem. Banyak tindakan non-fisik yang dianggap sepele namun memiliki efek domino yang merusak kesehatan mental korbannya.

Berikut ini ulasan lima bentuk pelecehan yang sering dianggap "biasa" namun berakibat fatal secara psikologis, yang dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Kuasa Hukum Korban Sebut Kasus Pelecehan di Lingkungan FH UI Sudah Terjadi Sejak 2025

1. Verbal: Ucapan yang Nggak Nyentuh, Tapi Menyakitkan
Banyak orang merasa aman karena cuma ngomong. Padahal, kata-kata bisa jadi bentuk pelecehan.

Contohnya, komentar soal tubuh seperti "rok kamu kurang pendek tuh biar makin seksi" atau siulan (catcalling) di jalan yang sering dianggap hal biasa.

Panggilan seperti "sayang", "baby", atau lelucon bernuansa seksual juga termasuk jika membuat orang lain tidak nyaman.

Bahkan, pertanyaan soal kehidupan seksual seseorang tanpa persetujuan jelas sudah melewati batas.

Baca Juga: Korban Dugaan Pelecehan di FH UI Mencapai 27 Orang, Selain Mahasiswi Ada Juga Dosen

2. Nonverbal: Tatapan dan Gestur yang Bikin Risih
Tanpa kata-kata pun, pelecehan bisa terjadi. Tatapan yang fokus ke bagian tubuh sensitif, gerakan tubuh bernuansa seksual, hingga mengirim gambar tidak pantas termasuk dalam kategori ini.

Begitu juga dengan tindakan menguntit atau mengambil foto tanpa izin untuk tujuan tertentu. Hal-hal seperti ini sering dianggap sepele, padahal bisa membuat korban merasa tidak aman.

3. Fisik: Sentuhan yang Tidak Diinginkan
Ini adalah bentuk yang paling mudah dikenali, tapi tetap sering terjadi. Mulai dari menyentuh, memeluk, mencium tanpa izin, hingga tindakan yang lebih serius seperti pemaksaan hubungan seksual.

Baca Juga: Sidang Dugaan Pelecehan oleh 16 Mahasiswa FH UI Berujung Ricuh, Pelaku Diminta Akui Perbuatan di Hadapan Korban

Bahkan, sentuhan ringan seperti mencubit atau menepuk bisa masuk kategori pelecehan jika tidak diinginkan. Kuncinya sederhana: tanpa persetujuan, itu bukan hal yang wajar.

4. Online: Pelecehan di Balik Layar
Di era digital, pelecehan seksual ikut berpindah ke dunia online. Komentar seksual di media sosial, permintaan foto seksi, ajakan video call intim, hingga penyebaran konten pribadi tanpa izin menjadi contoh yang sering terjadi. Banyak korban merasa tidak berdaya karena pelaku bisa bersembunyi di balik akun anonim.

Baca Juga: Mahasiswa FH UI Desak Sanksi Berat Atas Dugaan Pelecehan Seksual oleh Sejumlah Mahasiswa

5. Manipulasi: Dipaksa Tanpa Disadari
Tidak semua pelecehan dilakukan dengan cara kasar. Ada juga yang menggunakan pendekatan emosional, mencari simpati, memanfaatkan jabatan, atau membuat korban merasa berutang. 

Istilah seperti grooming dan gaslighting sering muncul dalam kasus ini. Korban kerap tidak sadar bahwa dirinya sedang dimanipulasi. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#Pelecehan seksual fh ui #cat calling #pelecehan verbal #pelecehan seksual #pelecehan