KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Banyak orang merasa sehat meski jarang bergerak dan terlalu lama duduk setiap hari. Namun di balik kondisi yang tampak normal itu, diabetes diam-diam bisa mengintai dan berkembang tanpa disadari.
Dokter (dr) Adam Prabata mengungkapkan, minimnya aktivitas fisik menjadi salah satu pola hidup yang paling sering ditemukan pada pasien diabetes di usia produktif.
Melalui unggahannya di X (Twitter), ia menceritakan bagaimana rutinitas pekerja kantoran saat ini membuat tubuh hampir tidak bergerak selama berjam-jam. Mulai dari bekerja di depan layar komputer hingga duduk lama saat perjalanan.
“Rata-rata orang sekarang duduk terlalu lama setiap hari, bahkan bisa sampai 10 jam,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Menurut dr Adam, kondisi tersebut dapat memicu gangguan sensitivitas insulin. Ketika otot tubuh terlalu lama pasif, kemampuan tubuh mengolah gula darah ikut menurun.
Yang mengkhawatirkan, diabetes tidak selalu muncul dengan gejala mencolok di awal. Banyak penderita baru sadar setelah kondisi gula darah mereka sudah tinggi.
“Ada pasien yang bertahun-tahun merasa normal saja, ternyata saat diperiksa gula darahnya sudah tinggi,” katanya.
Ia menilai gaya hidup modern yang serba praktis membuat aktivitas fisik masyarakat terus menurun. Padahal tubuh manusia tetap membutuhkan gerakan rutin agar metabolisme bekerja optimal.
Karena itu, Adam menyarankan kebiasaan sederhana untuk memutus pola duduk terlalu lama. Salah satunya dengan berdiri dan bergerak ringan setiap setengah jam.
“Cukup berjalan sebentar, mengambil minum atau melakukan peregangan ringan selama beberapa menit,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah kecil tersebut dapat membantu menjaga metabolisme glukosa tetap stabil dan mengurangi risiko diabetes dalam jangka panjang.
Dilansir dari https://poltekkesketapangkab.org , diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang terjadi ketika kadar gula/glukosa dalam darah terlalu tinggi.
Penyebabnya ada 2 utama:
1. Diabetes Tipe 1: Pankreas tidak memproduksi insulin sama sekali. Biasanya karena sistem imun menyerang sel pankreas sendiri. Harus ditangani dengan suntik insulin seumur hidup.
2. Diabetes Tipe 2: Tubuh masih memproduksi insulin, tapi sel tubuh jadi resisten sehingga glukosa tidak bisa masuk dengan baik. Ini tipe yang paling umum, sering terkait gaya hidup, obesitas, dan kurang gerak.
Kenapa berbahaya: Glukosa yang menumpuk di darah lama-lama bisa merusak pembuluh darah dan saraf. Kalau tidak dikontrol, bisa menyebabkan komplikasi seperti gangguan mata, ginjal, jantung, stroke, dan luka yang sulit sembuh.
Gejala umum: Sering haus, sering kencing, cepat lelah, berat badan turun tanpa sebab, luka lama sembuh, penglihatan kabur.(*)
Editor : Agus Pramono