Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sering Pegal dan Capek Padahal Tidak Kerja Berat? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Vitamin D

Miftahul Ilma • Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB
Ilustrasi kekurangan vitamin D.
Ilustrasi kekurangan vitamin D.

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Banyak orang mengira rasa pegal dan lelah berkepanjangan hanya disebabkan kurang istirahat atau terlalu banyak bekerja. 

Padahal, dokter sekaligus pegiat kesehatan dr Gia Pratama mengungkap kondisi itu bisa menjadi sinyal dari tubuh akibat kekurangan vitamin D.

Lewat unggahan di akun media sosialnya, dr Gia mengaku hampir setiap hari mendengar keluhan pasien yang datang dengan kondisi tubuh mudah lelah, pegal berkepanjangan hingga nyeri otot yang terus berulang.

Menurutnya, banyak pasien sudah mencoba berbagai pengobatan, namun keluhan tetap datang kembali. Setelah diperiksa lebih jauh, salah satu penyebab yang sering ditemukan justru kadar vitamin D yang rendah.

Ironisnya, kondisi itu terjadi di Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis dengan sinar matahari melimpah sepanjang tahun.

“Indonesia itu terang. Matahari datang pagi-pagi, bertahan sampai sore. Tapi di rumah sakit, saya sering menemukan hal yang sama, kadar vitamin D yang rendah,” ujarnya mengutip cuitannya di X (Twitter), Sabtu (23/5/2026).

Dampak kekurangan vitamin D dilansir dari https://poltekkesputussibau.org bisa terasa ke tulang, otot, imun, bahkan mood. Vitamin D itu fungsinya utama bantu penyerapan kalsium dan fosfor, jadi kalau kurang, efeknya berantai.

Tulang & Otot

Anak-anak: Risiko rakhitis. Tulang jadi lunak, bengkok, pertumbuhan terhambat.

Dewasa: Osteomalasia, tulang terasa nyeri dan rapuh. Lansia lebih rentan osteoporosis dan patah tulang.

Otot: Lemah, gampang lelah, nyeri otot. Makanya sering jatuh pada lansia yang defisiensi.

 Kondisi lain yang sering muncul:

- Sering sakit dan lama sembuhnya

- Luka lambat kering

- Rambut rontok

- Kelelahan kronis tanpa sebab jelas

 

Gia menjelaskan, melihat matahari dari balik kaca atau berada di ruangan terang tidak sama dengan tubuh yang benar-benar terkena paparan sinar matahari langsung.

“Melihat matahari dan disentuh matahari adalah dua hal yang berbeda,” ujarnya.

Vitamin D sendiri berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium, menjaga kesehatan tulang, serta mendukung fungsi otot agar tidak mudah lelah. Ketika kadarnya menurun, tubuh mulai memberi tanda-tanda yang sering diabaikan.

“Pegal yang datang tanpa sebab. Lelah yang tidak sembuh oleh tidur. Otot yang terasa berat padahal tidak mengangkat apa-apa,” katanya.

Dr Gia menilai gaya hidup modern menjadi salah satu penyebab utama banyak orang mengalami kekurangan vitamin D. 

Aktivitas yang dimulai sejak pagi buta hingga malam, ditambah kebiasaan bekerja di ruangan tertutup dan ber-AC membuat kulit hampir tidak pernah tersentuh sinar matahari.

“Kita sering berangkat saat langit masih gelap. Pulang saat matahari sudah pamit. Duduk di ruangan ber-AC, jendela tertutup, tirai tebal,” tulisnya lagi.

Untuk menjaga kebutuhan tubuh, ia menyebut asupan vitamin D harian yang dianjurkan cukup sederhana, yakni sekitar 600 IU per hari sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sejak usia satu tahun.

Namun menurutnya, tantangan terbesar bukan pada jumlahnya, melainkan konsistensi mengonsumsinya setiap hari.

“Bukan karena tidak mau, tetapi karena konsistensi memang seni yang tidak banyak orang kuasai,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan rasa lelah dan pegal yang terus berulang. Sebab tubuh sering kali tidak berteriak saat ada masalah, melainkan hanya memberi tanda kecil yang datang perlahan.

“Tubuh kita jarang berteriak. Ia hanya berbisik lewat pegal yang pulang-pergi, lewat lelah yang tidak masuk akal,” pungkasnya. (*)

Editor : Agus Pramono
#dampak kekurangan vitamin d #dr gia pratama #vitamin d