KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Mata terasa berat, kepala mengangguk pelan, lalu tiba-tiba kendaraan sudah keluar jalur. Banyak pengendara mengira itu hanya ngantuk biasa.
Padahal, kondisi tersebut bisa jadi adalah microsleep atau yang kerap dikenal dengan istilah takalap.
fenomena tidur singkat ini terjadi beberapa detik. Namun, jika terjadi saat berkendara tentu sangat berbahaya.
Microsleep, menurut laman https://poltekkessungairaya.org terjadi ketika otak mati sesaat akibat kelelahan atau kurang tidur. Meski hanya berlangsung beberapa detik, dampaknya bisa fatal.
Dalam kondisi ini, seseorang bisa kehilangan kesadaran tanpa disadari, sementara kendaraan tetap melaju dengan kecepatan tinggi.
Fenomena ini kerap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, khususnya pada pengendara jarak jauh, sopir truk, hingga pekerja dengan jam istirahat minim.
Bahayanya semakin besar karena microsleep sering datang tanpa tanda yang benar-benar disadari pengemudi.
Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Health Quality Vol 2 No 4 Tahun 2012 menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kemampuan persepsi, konsentrasi, dan kesiagaan otak.
Sebaliknya, tidur singkat atau power nap terbukti membantu memulihkan kewaspadaan seseorang.
Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa tidur siang singkat sekitar 15 menit efektif membantu pemulihan kondisi kurang tidur sementara dan meningkatkan kesiagaan otak dalam dua jam pertama setelah bangun tidur.
“Tidur siang yang singkat sekitar 15 menit efektif sebagai cara pemulihan kondisi kurang tidur yang bersifat sementara,” tulis jurnal tersebut.
Microsleep biasanya ditandai dengan mata sulit fokus, sering menguap, kelopak mata berat, kendaraan mulai oleng, hingga tidak mengingat beberapa detik perjalanan terakhir. Kondisi ini sangat berbahaya jika dipaksakan tetap menyetir.
Dalam kecepatan 80 kilometer per jam misalnya, kendaraan bisa melaju lebih dari 20 meter hanya dalam satu detik.
Artinya, jika pengemudi mengalami microsleep selama tiga hingga lima detik, kendaraan dapat berjalan sendiri sejauh lapangan sepak bola tanpa kontrol penuh.
Karena itu, pengendara disarankan tidak memaksakan diri saat tubuh mulai lelah. Beristirahat sejenak, tidur singkat, mencuci muka, atau bergantian menyetir menjadi langkah sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa. (*)
Editor : Agus Pramono