KALTENGPOS.JAWAPOS.COM– Jika selama ini daging kambing sering dituding sebagai penyebab tekanan darah tinggi, para ahli kesehatan justru mengingatkan bahwa sumber masalah sebenarnya kerap berasal dari cara pengolahannya.
Saat perayaan Iduladha, daging kambing biasanya diolah menjadi berbagai hidangan favorit seperti gulai, tongseng, sate, tengkleng hingga aneka masakan bersantan lainnya.
Namun di balik cita rasa yang menggugah selera, terdapat kandungan garam, santan, minyak, dan lemak tambahan yang justru berpotensi memicu gangguan kesehatan.
Dokter spesialis jantung dr. Jajang Sinardja menjelaskan bahwa konsumsi daging kambing sering kali dibarengi dengan makanan yang tinggi natrium dan lemak jenuh. Kombinasi inilah yang lebih berisiko menyebabkan peningkatan tekanan darah dibandingkan daging kambing itu sendiri.
"Sering kali orang mengonsumsi kambing dengan kuah santan kental, jeroan, garam berlebihan, dan dalam jumlah yang sangat banyak. Kombinasi tersebut yang sering menjadi masalah," katanya.
Menurut https://poltekkeskotanangapinoh.org, tidak sedikit masyarakat yang mengonsumsi hidangan kurban secara berlebihan selama beberapa hari berturut-turut. Akibatnya, asupan lemak, kolesterol, dan garam meningkat drastis dibandingkan hari biasa.
Kondisi ini dapat memperberat kerja jantung dan pembuluh darah, terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat hipertensi, diabetes, obesitas, atau penyakit jantung.
Karena itu, para ahli menyarankan agar masyarakat mulai memperhatikan metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus, memanggang, atau mengolah daging tanpa tambahan santan berlebihan.
Pengurangan garam dan penyajian bersama sayuran juga menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan gizi saat menikmati hidangan kurban.(*)
Editor : Agus Pramono