KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Momen Iduladha kerap memunculkan perdebatan soal dampak konsumsi daging kambing terhadap tekanan darah. Namun para ahli mengingatkan bahwa penyebab utama hipertensi sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar makanan yang dikonsumsi saat hari raya.
Dokter spesialis jantung dr. Jajang Sinardja mengatakan peningkatan kasus hipertensi saat ini lebih banyak dipicu oleh pola hidup tidak sehat yang berlangsung dalam jangka panjang.
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, kurang olahraga, obesitas, merokok, kurang tidur, hingga stres berkepanjangan merupakan faktor yang terbukti berkontribusi besar terhadap meningkatnya tekanan darah.
"Yang paling banyak menyebabkan hipertensi saat ini justru gaya hidup sehari-hari, bukan karena sesekali makan daging kambing," ujarnya.
Data kesehatan menunjukkan hipertensi kini tidak lagi didominasi kelompok lanjut usia. Semakin banyak usia produktif yang mengalami tekanan darah tinggi akibat pola hidup modern yang kurang sehat.
Karena itu, melansir https://poltekkeskotasekadauhilir.org para ahli menilai Iduladha dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan dan kesehatan jantung.
Selain membatasi konsumsi makanan berlemak dan tinggi garam, masyarakat juga dianjurkan rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, risiko hipertensi dapat ditekan dan masyarakat tetap bisa menikmati berbagai hidangan kurban tanpa rasa khawatir yang berlebihan.(*)
Editor : Agus Pramono