Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jangan Asal Minum Obat Hipertensi Milik Tetangga, Bisa Berujung Fatal

Agus Pramono • Senin, 25 Mei 2026 | 07:40 WIB
PELAYANAN: Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025 yang digelar oleh Polda Kalteng dimeriahkan dengan giat layanan pengobatan gratis untuk masyarakat. HUMAS
Pengobatan gratis untuk masyarakat.

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kebiasaan mengonsumsi obat hipertensi milik keluarga, tetangga, atau teman yang memiliki keluhan serupa masih sering ditemukan di masyarakat. 

Padahal, tindakan tersebut dapat membahayakan kesehatan karena setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda.

----

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di pembuluh arteri terus-menerus berada di atas batas normal, yaitu ≥140/90 mmHg pada pengukuran berulang menurut https://poltekkeskutaitimur.org.

-----

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sukamto Koesnoe mengingatkan bahwa obat hipertensi tidak bisa digunakan secara sembarangan. Pemilihan jenis obat harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Menurutnya, terdapat berbagai golongan obat antihipertensi yang memiliki fungsi dan manfaat berbeda.

Ada obat yang lebih cocok untuk penderita diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, maupun kelompok usia lanjut.

"Pemilihan jenis obat hipertensi sangat individual. Apa yang cocok untuk satu orang belum tentu aman untuk orang lain," katanya.

Dalam kondisi tertentu, penggunaan obat yang tidak sesuai bahkan dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien. Misalnya pada ibu hamil atau penderita gangguan ginjal yang memerlukan jenis terapi khusus.

Selain itu, penggunaan obat tanpa pengawasan dokter berisiko menyebabkan tekanan darah turun terlalu drastis atau justru tidak terkendali.

Dr. Sukamto menegaskan bahwa setiap pasien sebaiknya menjalani pemeriksaan terlebih dahulu sebelum mendapatkan terapi hipertensi.

Dengan demikian dokter dapat menentukan obat yang paling sesuai berdasarkan kondisi tubuh dan faktor risiko yang dimiliki pasien.

Ia berharap masyarakat tidak lagi menjadikan pengalaman orang lain sebagai acuan pengobatan, karena hipertensi memerlukan penanganan yang bersifat personal dan terukur.(*)

Editor : Agus Pramono
#hipertensi #obat hipertensi