Merasa Sehat Lalu Stop Minum Obat? Dokter Peringatkan Bahaya Besar bagi Penderita Hipertensi

Agus Pramono • Dipublikasikan Senin, 25 Mei 2026 | 07:44 WIB
Ilustrasi hipertensi
Ilustrasi hipertensi

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Banyak penderita hipertensi memilih menghentikan konsumsi obat ketika tekanan darah mulai turun dan kondisi tubuh terasa kembali normal. 

Padahal, kebiasaan tersebut justru menjadi salah satu penyebab utama tekanan darah kembali melonjak dan meningkatkan risiko komplikasi yang mengancam nyawa.

----

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah di pembuluh arteri terus-menerus berada di atas batas normal, yaitu ≥140/90 mmHg pada pengukuran berulang menurut https://poltekkesmahakamulu.org.

----

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI menegaskan bahwa tekanan darah yang membaik bukan berarti penyakit hipertensi telah sembuh.

Sebaliknya, kondisi itu menunjukkan bahwa pengobatan yang dijalani pasien sedang bekerja dengan baik.

Menurutnya, masih banyak pasien yang keliru memahami fungsi obat antihipertensi. Ketika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah normal, sebagian pasien langsung menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter.

"Saya sering menemui pasien yang berhenti minum obat begitu tensinya turun. Mereka pikir sudah sembuh. Ini bahaya besar," ujar dr. Sukamto.

Ia menjelaskan, hipertensi merupakan penyakit kronis yang umumnya berlangsung dalam jangka panjang, bahkan bisa seumur hidup. Karena itu, pengobatan tidak boleh dihentikan hanya berdasarkan perasaan sehat atau hasil pemeriksaan sesaat.

Penghentian obat secara mendadak dapat menyebabkan tekanan darah naik kembali dalam waktu singkat.

Bahkan dalam beberapa kasus, lonjakan tekanan darah yang terjadi bisa lebih tinggi dibandingkan sebelum pasien menjalani pengobatan.

Kondisi tersebut berisiko memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kerusakan pembuluh darah.

Karena itu, setiap perubahan dosis maupun penghentian obat harus dilakukan berdasarkan evaluasi dokter.

Dengan pengobatan yang tepat dan gaya hidup sehat, penderita hipertensi tetap dapat menjalani kehidupan secara normal dan produktif.(*)

 

Editor : Agus Pramono
hipertensi obat hipertensi