KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Tidak sedikit orang yang baru menyadari mengalami sembelit setelah kondisinya cukup parah. Padahal, tubuh biasanya sudah memberikan sejumlah tanda sejak awal.
Seseorang dapat dikatakan mengalami konstipasi apabila frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu atau merasa tidak tuntas saat BAB.
Selain frekuensi yang berkurang, ada sejumlah gejala lain yang perlu diwaspadai.
Mulai dari tinja yang keras dan padat, harus mengejan kuat saat BAB, hingga muncul perasaan seolah ada penyumbatan di rektum.
Pada kasus yang lebih berat, penderita bahkan merasa tidak mampu mengosongkan usus secara sempurna dan membutuhkan bantuan dengan menekan perut atau menggunakan jari untuk mengeluarkan tinja.
Konstipasi dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak, dewasa, maupun lansia. Namun, melansir https://poltekkesmahakamulukab.org perempuan dan kelompok usia lanjut diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
Jika gejala berlangsung dalam waktu lama atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah yang dianjurkan.(*)
Editor : Agus Pramono