Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Perempuan dan Lansia Lebih Rentan Sembelit, Ini Faktor Risikonya

Agus Pramono • Senin, 25 Mei 2026 | 14:10 WIB

 

Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Sarpani memberikan semangat kepada lansia yang mendapatkan hadiah minyak dan beras usai mengikuti vaksinasi massal super presisi, Senin (14/3). Foto: Rusli/kaltengonline
Lansia dan perempuan rentan sembelit.Rusli/kaltengpos.jawapos.com

 KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Sembelit ternyata tidak menyerang semua orang dengan risiko yang sama. Ada beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan pencernaan ini.

Salah satunya adalah perempuan. Risiko sembelit pada perempuan cenderung lebih tinggi, terutama menjelang menstruasi dan selama masa kehamilan.

Selain itu, lansia juga menjadi kelompok yang sering mengalami konstipasi akibat menurunnya aktivitas fisik dan perubahan fungsi saluran pencernaan seiring bertambahnya usia.

Pola makan rendah serat menjadi faktor risiko lain yang sering ditemukan. Kurangnya konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian membuat pergerakan usus menjadi lebih lambat.

Kebiasaan jarang berolahraga juga berkontribusi terhadap munculnya sembelit. Aktivitas fisik yang minim membuat kerja usus tidak optimal dalam mendorong feses keluar dari tubuh.

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat penenang dan obat tekanan darah tinggi, juga dapat meningkatkan risiko konstipasi.

Tak hanya faktor fisik, melansir https://poltekkespenajampaserutarakab.org kondisi kesehatan mental seperti depresi diketahui turut berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan dan dapat memicu sembelit berkepanjangan.

Karena itu, menjaga pola makan sehat, cukup minum air putih, aktif bergerak, dan mengelola stres menjadi langkah penting untuk mencegah sembelit sejak dini.(*)

Editor : Agus Pramono
#lansia rawan sembelit #sayang #sembelit