KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Buang air besar (BAB) merupakan aktivitas normal yang dilakukan setiap orang. Namun, melansir https://poltekkessamarinda.org ketika pola BAB tiba-tiba berubah, seperti menjadi lebih encer, sembelit berkepanjangan, atau bahkan tidak bisa BAB sama sekali, kondisi tersebut patut diwaspadai.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSD dr Soebandi Jember, dr. Hana Nadya SpPD, mengungkapkan bahwa perubahan pola BAB bisa menjadi salah satu tanda kanker usus.
Menurutnya, kanker usus terjadi akibat pertumbuhan sel atau jaringan ganas di saluran usus, baik usus halus maupun usus besar. Namun, kasus paling banyak ditemukan pada usus besar.
"Kanker usus memang tidak sefamilier kanker payudara atau jenis kanker lainnya, tetapi angka kejadiannya menempati peringkat ketiga tertinggi di dunia, baik pada pria maupun wanita," ujarnya.
Dr. Hana menjelaskan, penderita kanker usus stadium awal umumnya tidak merasakan gejala apa pun. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari adanya gangguan serius dalam tubuh mereka.
Gejala biasanya mulai muncul saat kanker memasuki stadium lanjut. Salah satu yang paling sering terjadi adalah perubahan pola BAB, baik menjadi sering diare, sembelit, maupun sulit BAB sama sekali.
Selain itu, penderita biasanya mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
"Badannya semakin lama semakin kurus, padahal tidak sedang menjalani program diet," katanya.
Karena dapat berujung fatal hingga menyebabkan kematian, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan perubahan pola BAB yang berlangsung terus-menerus dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.(*)
Editor : Agus Pramono