Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Bukan Sekadar Jalan-jalan, Liburan Ternyata Bisa Turunkan Stres dan Cegah Burnout

Miftahul Ilma • Rabu, 27 Mei 2026 | 07:47 WIB
Liburan hilangkan stress (Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Liburan hilangkan stress (Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Banyak orang menganggap liburan hanya sebagai hiburan atau pelarian sementara dari rutinitas pekerjaan.

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan liburan ternyata memiliki manfaat besar bagi kesehatan mental seseorang.

Dokter dan edukator kesehatan dr Adam Prabata mengungkapkan dirinya terkejut setelah membaca penelitian mengenai hubungan liburan dengan kondisi psikologis manusia.

“Gua kaget pas tahu bahwa ternyata liburan bisa bermanfaat untuk kesehatan,” ujarnya mengutip postingannya di X, Selasa (26/5/2026). 

Menurut dr Adam, penelitian tersebut melibatkan sekitar 200 peserta yang dipantau mengenai durasi dan frekuensi liburan selama satu tahun. 

Data itu kemudian dibandingkan dengan kondisi mental mereka, mulai dari tingkat stres, burnout hingga well-being atau kesejahteraan psikologis.

Dari penelitian itu ditemukan bahwa liburan secara nyata memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.

Salah satunya membantu menurunkan tingkat stres yang selama ini banyak dialami masyarakat akibat tekanan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.

“Liburan beneran terbukti menurunkan stres,” jelasnya.

Tak hanya itu, liburan juga disebut mampu menurunkan risiko burnout atau kelelahan mental berkepanjangan yang kini semakin sering dialami pekerja usia produktif.

Selain membantu mengurangi burnout, liburan juga diketahui dapat memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan kondisi well-being seseorang secara keseluruhan.

Menurut dr Adam, hasil penelitian menunjukkan durasi liburan yang paling optimal bagi kesehatan mental berada pada rentang satu hingga dua minggu.

“Durasi liburan yang paling optimal adalah 1–2 minggu,” katanya.

Sementara untuk frekuensi, penelitian tersebut menemukan liburan tiga hingga empat kali dalam setahun dinilai lebih baik dibanding hanya mengambil satu kali liburan panjang.

“Jadi bukan soal liburan panjang sekali setahun, tapi liburan lebih sering dalam durasi yang pas yang justru paling baik buat mental,” lanjutnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa beristirahat sejenak dari rutinitas bukanlah bentuk kemalasan. Di tengah tekanan hidup modern, waktu rehat justru dibutuhkan tubuh dan pikiran agar tetap sehat dan seimbang.

“Mulai sekarang, jangan nunggu stres atau burnout dulu untuk rehat sejenak,” pungkasnya.(*)

Editor : Agus Pramono
#dampak liburan #liburan #kesehatan mental