KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Banyak orang baru menyadari keberadaan gigi bungsu saat rasa nyeri mulai muncul di bagian belakang mulut.
Padahal, menurut https://poltekkesciamiskab.org, masalah gigi bungsu atau gigi geraham ketiga yang tumbuh tidak normal ternyata cukup sering terjadi di masyarakat.
Dokter dan edukator Kesehatan dr Adam Prabata mengungkapkan sekitar satu dari lima orang di dunia mengalami impaksi gigi bungsu.
“Sekitar 1 dari 5 orang di dunia mengalami impaksi pada gigi bungsu,” tulisnya melalui akun X, Selasa (26/5/2026).
Penelitian yang dibahas dr Adam merujuk pada systematic review dan meta-analysis oleh Carter pada 2016 mengenai faktor prediktor impaksi gigi bungsu di berbagai negara.
Menurut dr Adam, angka kejadian impaksi gigi bungsu mencapai sekitar 24,4 persen pada orang berusia di atas 17 tahun. Kondisi ini lebih sering terjadi pada gigi bungsu di rahang bawah.
“Impaksi gigi bungsu lebih sering terjadi di rahang bawah, dengan posisi paling umum adalah mesioangular atau miring ke depan,” jelasnya.
Impaksi sendiri merupakan kondisi ketika gigi tidak tumbuh sempurna karena terhalang gigi lain, gusi atau ruang rahang yang sempit. Akibatnya, posisi gigi menjadi miring atau tertahan di dalam gusi.
Meski cukup umum terjadi, dr Adam mengatakan tidak semua gigi bungsu impaksi langsung menimbulkan keluhan. Namun jika sudah memunculkan gejala, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Tidak semua gigi bungsu yang impaksi memunculkan gejala,” ujarnya.
Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain nyeri kronik di area belakang mulut, bau mulut hingga kesulitan membuka rahang.
“Bila muncul gejala antara lain nyeri kronik, bau mulut, sulit membuka mulut,” lanjutnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan apabila mulai merasakan keluhan pada gigi bungsu. Penanganan lebih cepat dinilai penting untuk mencegah infeksi maupun gangguan yang lebih berat pada rongga mulut.
“Bila ada gejala yang mengganggu, langsung segera dikonsultasikan ke dokter gigi ya,” pungkasnya. (*)
Editor : Agus Pramono