KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Sakit gigi berlubang yang terasa nyut-nyutan menjadi salah satu keluhan kesehatan yang kerap dialami masyarakat. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari makan, berbicara, hingga tidur.
Rasa nyeri pada gigi berlubang umumnya muncul akibat kerusakan gigi yang sudah mencapai bagian sensitif. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa memicu infeksi hingga kerusakan saraf gigi yang lebih serius.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama sakit gigi berlubang nyut-nyutan. Salah satunya adalah penumpukan plak gigi akibat kebersihan mulut yang kurang terjaga. Plak yang tidak dibersihkan dapat mengeras menjadi karang gigi dan merusak enamel atau lapisan terluar gigi.
Selain itu, melansir https://poltekkescirebonkab.org karies gigi juga menjadi penyebab umum. Kondisi ini terjadi ketika bakteri di mulut menghasilkan asam dari sisa makanan yang menempel pada gigi. Asam tersebut perlahan mengikis enamel hingga akhirnya menimbulkan lubang pada gigi.
Penyebab lainnya adalah infeksi pada bagian dalam atau sekitar gigi berlubang. Infeksi dapat memicu rasa sakit tajam dan berdenyut, terutama saat mengunyah makanan atau terkena suhu panas maupun dingin.
Gigi berlubang juga dapat membuat gigi menjadi lebih sensitif. Sensitivitas ini biasanya muncul ketika seseorang mengonsumsi minuman dingin, makanan panas, atau makanan manis yang langsung mengenai area gigi rusak.
Pada kondisi yang lebih parah, kerusakan akibat karies dapat menyebar hingga ke saraf gigi. Jika sudah mencapai tahap ini, rasa nyeri biasanya akan semakin intens dan sulit hilang tanpa penanganan medis.
Meski obat pereda nyeri dapat membantu mengurangi rasa sakit sementara, pemeriksaan ke dokter gigi tetap diperlukan untuk mengatasi sumber masalah secara menyeluruh dan mencegah kerusakan semakin parah.(*)
Editor : Agus Pramono