KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Banyak orang baru memeriksakan gigi ke dokter setelah rasa sakit menjadi parah. Padahal, ada sejumlah tanda awal gangguan gigi dan mulut yang sering muncul tetapi kerap diabaikan.
Dilansir dari Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Depok, sakit gigi dan gangguan mulut umumnya dipicu oleh penumpukan kuman akibat malas menjaga kebersihan gigi.
Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan gigi berlubang, tetapi juga memicu bau mulut, sariawan, hingga sakit tenggorokan.
Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah bau mulut tidak sedap disertai gigi terasa goyang. Selain itu, keausan pada permukaan gigi dan munculnya lubang kecil maupun besar juga menjadi gejala umum yang perlu diwaspadai.
Tanda lainnya yakni gusi meradang, membengkak, berwarna merah, dan mudah berdarah. Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami rasa ngilu hingga nyeri berdenyut yang sangat mengganggu.
Jika gigi berlubang dibiarkan tanpa penanganan, lubang dapat semakin besar dan menjadi sarang kuman. Melansir https://poltekkesmajalengkakab.org kuman tersebut bahkan berpotensi menyebar ke organ lain seperti ginjal dan jantung hingga memicu infeksi serius.
Selain menimbulkan bau mulut akibat infeksi, sakit gigi juga disebut dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang. Rasa nyeri yang terus-menerus membuat penderita menjadi lebih mudah emosi dan sulit berkonsentrasi.
Apabila sakit gigi mulai muncul, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau antalgin. Namun jika keluhan tidak membaik, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter gigi.
Menjaga kebersihan gigi dengan rutin menyikat gigi dua kali sehari juga menjadi langkah penting untuk mencegah penumpukan kuman di dalam mulut.(*)
Editor : Agus Pramono