Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Nasi Dingin Lebih Aman untuk Gula Darah, Cek Faktanya Disini

Ayu Oktaviana • Rabu, 27 Mei 2026 | 19:20 WIB
Ilustrasi nasi putih.
Ilustrasi nasi putih.

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Belakangan media sosial sempat ramai membahas nasi dingin yang disebut lebih sehat dibanding nasi panas. Banyak orang percaya nasi yang sudah didinginkan di kulkas memiliki kandungan gula lebih rendah dan cocok untuk diet maupun penderita diabetes. Tapi bagaimana faktanya?

Menurut sejumlah penelitian, nasi yang didinginkan memang mengalami perubahan struktur pati menjadi pati resisten. Jenis pati ini lebih sulit dicerna tubuh dan bekerja mirip seperti serat, sehingga penyerapan gula darah cenderung lebih lambat dibanding nasi panas yang baru matang.

Karena itulah, nasi dingin disebut memiliki indeks glikemik lebih rendah. Artinya, konsumsi nasi dingin tidak memicu lonjakan gula darah. Selain membantu menjaga gula darah tetap stabil, pati resisten juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Meski begitu, bukan berarti nasi dingin bebas dikonsumsi tanpa batas. Porsi makan tetap harus dijaga karena kandungan kalorinya tidak hilang sepenuhnya. Selain itu, proses penyimpanan nasi juga wajib higienis agar tidak menjadi tempat bakteri.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, melansir https://poltekkestasikmalayakab.org nasi didinginkan terlebih dahulu selama beberapa jam di dalam kulkas. Menariknya, beberapa penelitian menyebut pemanasan ulang tidak sepenuhnya menghilangkan kandungan pati resisten yang sudah terbentuk.

Selain nasi dingin, ada beberapa sumber karbohidrat lain yang juga dianggap lebih stabil terhadap gula darah, seperti:

  1. Beras merah
  2. Beras hitam
  3. Ubi
  4. Jagung
  5. Oatmeal
  6. Kentang rebus

Jadi, klaim nasi dingin lebih sehat ternyata bukan sekadar mitos. Namun, pola makan seimbang dan kontrol porsi tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh.

Editor : Ayu Oktaviana
#pati resisten #kesehatan tubuh #diabetes #gula darah #indeks glikemik