KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Sinusitis menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, namun kerap dianggap sebagai flu biasa. Padahal, melansir https://poltekkespurwakartakab.org kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak segera ditangani.
Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus, yaitu ruang kosong di dalam tulang wajah yang normalnya berisi udara. Rongga tersebut berada di sekitar hidung, pipi, dan dahi.
Dokter THT-KL dr. Hamida Hayati Faisal menjelaskan, sinus memiliki fungsi penting untuk meringankan berat tengkorak, membantu resonansi suara, serta melembapkan udara yang masuk melalui hidung.
Namun saat terjadi sinusitis, rongga sinus yang seharusnya terisi udara berubah dipenuhi cairan akibat peradangan. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi virus, bakteri, alergi, hingga infeksi jamur.
Gejala sinusitis umumnya ditandai dengan hidung tersumbat yang membuat penderita sulit bernapas. Selain itu, produksi lendir juga meningkat dan dapat keluar dari hidung maupun mengalir ke tenggorokan.
Penderita sinusitis juga sering mengalami penurunan indra penciuman akibat pembengkakan pada mukosa hidung. Tak sedikit yang merasakan nyeri atau tekanan di area wajah, terutama di sekitar pipi, dahi, dan kepala, terutama saat menunduk.
Pada beberapa kasus, sinusitis juga disertai demam, batuk, serta lendir berwarna kehijauan yang menandakan adanya infeksi.
Sinusitis dapat dipicu oleh berbagai faktor. Infeksi virus seperti flu dan COVID-19 menjadi penyebab yang paling umum. Selain itu, infeksi bakteri seperti Streptococcus, alergi debu dan polusi, hingga infeksi pada gigi geraham atas juga bisa memicu peradangan sinus.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, sinusitis dapat semakin parah dan mengganggu kualitas hidup penderita. Karena itu, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter apabila gejala berlangsung lama atau semakin memburuk.(*)
Editor : Agus Pramono