Mengenal Intermittent Fasting, Pola Makan yang Populer untuk Menurunkan Berat Badan dan Menjaga Metabolisme

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 09:03 WIB

 

Makanan bergizi.
Makanan bergizi.(Freepik)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Intermittent fasting atau IF belakangan menjadi salah satu pola hidup sehat yang semakin populer di berbagai kalangan. Banyak orang menjalankannya untuk menurunkan berat badan, menjaga kebugaran hingga memperbaiki pola makan sehari-hari.

Namun di balik tren tersebut, masih banyak yang salah memahami konsep intermittent fasting. Tak sedikit yang menganggap metode ini hanya soal menahan lapar atau melewatkan sarapan.

Padahal, intermittent fasting sebenarnya merupakan pola pengaturan waktu makan dan puasa dalam periode tertentu. Fokus utamanya bukan pada jenis makanan yang dikonsumsi, melainkan kapan seseorang makan dan kapan tubuh beristirahat dari asupan kalori.

Secara alami, tubuh sebenarnya sudah melakukan puasa setiap hari saat tidur malam. Hanya saja, metode intermittent fasting memperpanjang waktu puasa tersebut dengan pola tertentu.

Beberapa orang menjalankannya dengan menunda sarapan, membatasi jam makan hingga malam hari atau mengatur hari tertentu untuk mengurangi asupan kalori.

Selama masa puasa, melansir https://poltekkeskarantinggikota.org seseorang tetap diperbolehkan minum air putih, teh atau kopi tanpa gula dan minuman nonkalori lainnya agar tubuh tetap terhidrasi.

Meski terlihat sederhana, pola makan ini disebut memiliki sejumlah manfaat kesehatan apabila dilakukan dengan benar dan konsisten.

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Salah satu alasan utama banyak orang mencoba intermittent fasting adalah untuk menurunkan berat badan. Saat waktu makan dibatasi, asupan kalori harian cenderung ikut berkurang.

Kondisi tersebut membuat tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi sehingga berat badan perlahan menurun.

2. Membantu Mengontrol Gula Darah

Intermittent fasting juga dinilai membantu meningkatkan sensitivitas hormon insulin. Dengan begitu, kadar gula dalam darah lebih mudah dikontrol dan risiko gangguan metabolik seperti diabetes dapat ditekan.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan pola makan ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki kesehatan metabolisme tubuh. Efek tersebut ikut berpengaruh terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

4. Membantu Tubuh Lebih Teratur dalam Pola Makan

Selain faktor kesehatan, intermittent fasting juga membantu sebagian orang lebih disiplin mengatur jam makan dan mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan pada malam hari.

Namun manfaat tersebut tidak selalu dirasakan semua orang. Sebagian orang justru merasa lemas, mudah lapar atau sulit berkonsentrasi saat awal menjalani pola makan ini.

Karena itu, penting memilih metode intermittent fasting yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. (*)

Editor : Agus Pramono
Intermittent fasting pola makan berat badan