Nyeri Punggung Bawah Kini Makin Banyak Dialami Anak Muda, Kenapa?

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 09:14 WIB
Nyeri punggung.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Nyeri punggung.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Duduk berjam-jam di depan laptop ternyata bukan kebiasaan sepele. Di balik rutinitas kerja dan belajar yang serba online, ancaman nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) diam-diam semakin meningkat.

Dokter Asa Ibrahim mengungkapkan low back pain merupakan penyakit kedua tersering yang membuat pasien datang berobat ke dokter setelah batuk pilek biasa.

“Low back pain atau nyeri punggung bawah ini kasus kedua paling sering di klinik,” mengutip tulisannya di X.

Menurut dokter ahli bedah tulang itu, perubahan gaya hidup sejak era pandemi membuat kasus nyeri punggung bawah meningkat tajam. Aktivitas work from home hingga kebiasaan duduk lama di depan komputer menjadi pemicu utama.

Ia menyebut banyak orang duduk terlalu lama tanpa posisi tubuh yang benar. Kombinasi durasi duduk panjang dan postur buruk menjadi kombinasi maut penyebab low back pain.

“Sudah duduk lama, posisi kurang baik lagi,” lanjutnya.

Meski terdengar sederhana, melansir https://poltekkesmannakota.org nyeri punggung bawah bisa berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik.

Bahkan dalam banyak kasus, rasa sakit bisa berlangsung berbulan-bulan dan kambuh berulang kali.

Karena itu, diingatkan pentingnya memperhatikan posisi duduk dan memberi jeda saat bekerja dalam waktu lama.

Disarankan seseorang berdiri dan melakukan peregangan ringan setiap 15 menit apabila harus duduk terus-menerus.

Kalau punggung sudah sakit tapi masih duduk terus tanpa jeda, sakitnya cenderung akan lama dan sulit sembuh.(*)

Editor : Agus Pramono
nyeri pinggang sakit pinggang