KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Di era digital, mengetik di laptop atau tablet kini menjadi kebiasaan baru dalam proses belajar.
Bahkan banyak sekolah dan kampus mulai mendorong siswa mencatat materi pelajaran secara digital karena dianggap lebih praktis dan cepat. Kunjungi laman https://poltekkeskaurkab.org untuk dapat info soal kesehatan.
Namun menulis dengan tangan ternyata masih memiliki manfaat besar bagi otak, terutama untuk membantu proses memahami dan mengingat informasi.
Dokter dan edukator kesehatan dr Adam Prabata mengungkapkan sebuah penelitian neurosains tahun 2024 mencoba membandingkan aktivitas otak saat seseorang menulis tangan dan saat mengetik di keyboard.
Penelitian tersebut melibatkan 36 mahasiswa dengan aktivitas otak yang direkam menggunakan 256 elektroda ketika peserta diminta menulis kata menggunakan digital pen di layar sentuh dan mengetik kata yang sama di laptop.
“Hasilnya adalah saat menulis tangan, ditemukan 32 cluster konektivitas signifikan di otak,” jelasnya mengutip cuitannya di X.
Sementara ketika mengetik menggunakan keyboard, pola konektivitas otak yang sama tidak ditemukan.
Menurut dr Adam, konektivitas pada area tertentu di otak berkaitan dengan working memory, kemampuan menyerap informasi baru, memori jangka panjang hingga fokus internal.
“Gerakan tangan yang presisi saat membentuk huruf dapat membuat otak menyala di pola yang secara teoretis mendukung pembelajaran,” ujarnya.
Karena itu, ia menyebut menulis tangan kemungkinan lebih efektif digunakan saat seseorang ingin memahami dan mengingat materi pelajaran.
“Bila tujuannya untuk mencatat materi yang perlu diingat dan dipahami, maka nulis tangan kemungkinan lebih unggul,” katanya.
Meski begitu, dr Adam menegaskan mengetik di laptop tetap memiliki kelebihan tersendiri, terutama untuk pekerjaan panjang seperti menyusun esai atau dokumen kerja.
“Untuk drafting essay panjang atau dokumen kerja, keyboard tetap lebih praktis,” lanjutnya.
Dari temuan tersebut, dr Adam mengingatkan bahwa menulis tangan dan mengetik sebenarnya mengaktifkan jalur saraf yang berbeda di otak. Karena itu, keduanya bisa digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan belajar masing-masing.
Penelitian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebiasaan sederhana seperti mencatat dengan tangan ternyata masih memiliki manfaat penting bagi kesehatan dan fungsi otak di tengah perkembangan teknologi digital. (*)
Editor : Agus Pramono