KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Olahraga malam kerap dianggap buruk bagi kesehatan karena disebut dapat meningkatkan hormon stres atau kortisol dalam tubuh.
Bahkan muncul anggapan olahraga pada malam hari bisa berdampak buruk terhadap otak. Kunjungi laman https://poltekkesbengkulu.id untuk dapat info kesehatan.
Dokter dan edukator kesehatan Adam Prabata mencoba meluruskan anggapan tersebut melalui cuitannya di akun X.
“Olahraga malam hari memang bisa meningkatkan kadar kortisol, yang merupakan respons stres,” tulisnya.
Kortisol sendiri merupakan hormon yang berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, peningkatan berat badan hingga resistensi insulin apabila kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang.
Namun menurut dr Adam, peningkatan kortisol akibat olahraga malam tidak serta-merta berbahaya bagi tubuh.
Ia menjelaskan olahraga rutin justru membantu memperbaiki pengaturan hormon kortisol dalam tubuh dalam jangka panjang.
“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” jelasnya.
Karena itu, aktivitas olahraga tetap dinilai memberikan manfaat besar bagi kesehatan meski dilakukan pada malam hari.
Selain soal hormon stres, dr Adam juga menyinggung anggapan bahwa kortisol dapat membuat area otak mengecil.
Menurutnya, kondisi tersebut umumnya terjadi pada stres kronis berat atau penyakit tertentu seperti Cushing’s syndrome, bukan karena olahraga malam biasa.
“Kortisol memang bisa mengecilkan area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” ujarnya.
Ia mengatakan olahraga secara umum justru memiliki efek perlindungan terhadap otak, termasuk membantu meningkatkan kemampuan otak berkembang dan menurunkan peradangan.
“Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak. Antara lain meningkatkan kemampuan otak untuk berkembang dan menurunkan peradangan di area otak,” imbuhnya.(*)
Editor : Agus Pramono