Mau Promil tapi Suami Perokok? Memicu Sperma Abnormal hingga Risiko Keguguran

Anisa Bahril Wahdah • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 09:04 WIB
Suami perokok.(Ilustrasi AI)
Suami perokok.(Ilustrasi AI)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Pasangan suami istri yang tengah menjalani program kehamilan (promil) agar mulai menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan menghentikan kebiasaan merokok.

Melalui akun Instagram pribadinya, Bidan Merina Nurfatmala menegaskan bahwa pria yang sedang menjalani promil sebaiknya berhenti merokok karena kandungan zat berbahaya di dalam rokok dapat memengaruhi kualitas sperma dan meningkatkan risiko infertilitas.

Menurutnya, satu batang rokok mengandung sekitar tujuh ribu zat kimia beracun. Beberapa di antaranya seperti nikotin dapat membuat sperma menjadi lemah dan sulit bergerak. Kunjungi laman https://poltekkeskarawangbarat.org untuk dapatkan info soal kesehatan.

Selain itu, karbon monoksida disebut dapat mengganggu proses pembentukan sperma sehingga memicu kelainan bentuk, mulai dari kepala ganda hingga ekor bengkok.

Tak hanya itu, kandungan logam berat seperti timbal dan kadmium juga dinilai berbahaya karena dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan risiko keguguran berulang pada pasangan.

“Kalau mau promil, suami jangan merokok,” ujarnya melalui akun Instagram @bidanmeynaa.

Ia juga mengutip studi dari Journal of Andrology yang menyebutkan bahwa pria perokok memiliki risiko infertilitas 30 hingga 40 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang tidak merokok.

Meski demikian, Bidan Merina menyebut ada sebagian perokok yang tetap bisa memiliki anak. Namun kondisi tersebut bukan berarti aman, sebab risiko gangguan kehamilan dan kesehatan bayi tetap lebih tinggi.

“Bisa saja hamil dan melahirkan, itu mungkin karena beruntung. Tapi bayinya bisa prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), hingga risiko keguguran berulang,” jelasnya.

Ia pun menyarankan pria yang ingin menjalani program kehamilan untuk berhenti merokok minimal tiga bulan sebelum promil dimulai.

Hal itu karena tubuh pria membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk memproduksi sperma yang lebih sehat dan berkualitas.(*)

Editor : Agus Pramono
perokok promil sperma