KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Pernahkah Anda memperhatikan mengapa hampir setiap orang mengenakan earphone saat jogging atau nge-gym?
Bukan sekadar tren, menurut laman https://poltekkesbekasi.org mendengarkan musik favorit saat berolahraga ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa bagi tubuh dan performa latihan Anda.
Melansir data dari Huffington Post, mendengarkan musik selama latihan bahkan terbukti mampu meningkatkan kemampuan atletik hingga 15%.
Berikut adalah 5 manfaat utama yang bisa Anda dapatkan dari kebiasaan positif ini:
1. Meningkatkan Semangat dan Performa
Musik bertempo cepat (upbeat) secara psikologis memicu tubuh untuk bergerak lebih aktif. Berdasarkan studi, atlet yang mendengarkan musik cenderung berusaha lebih keras dan bertenaga untuk mencapai target latihan mereka.
2. Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan
Ketika mendengarkan lagu favorit, Anda akan cenderung bergerak lebih banyak tanpa merasa terbebani. Peningkatan intensitas gerak ini otomatis mendongkrak pembakaran kalori tubuh. Inilah alasan mengapa jenis olahraga berbasis musik seperti Zumba dan Aerobik sangat efektif untuk menurunkan berat badan.
3. Mengurangi Rasa Lelah (Manajemen Pikiran Positif)
Musik bekerja sebagai "pengalih perhatian" yang baik bagi otak. Saat melakukan olahraga berat seperti bersepeda selama satu jam, musik membuat durasi tersebut terasa lebih singkat (seolah baru 40 menit) karena fokus Anda teralih dari rasa lelah. Selain itu, musik juga efektif menenangkan efek gugup atau cemas sebelum bertanding.
4. Menjaga Fokus Latihan
Gangguan di sekitar tempat olahraga, seperti obrolan orang lain atau rasa malas yang tiba-tiba muncul, bisa merusak ritme latihan. Musik membantu mengisolasi fokus Anda, sehingga performa olahraga tetap berada pada level maksimal.
5. Menstabilkan Detak Jantung saat Cooling Down
Bukan hanya lagu bertempo cepat yang berguna, musik bertempo lambat (slow) juga punya peran penting.
Mendengarkan lagu lambat saat sesi pendinginan membantu menurunkan kecepatan detak jantung secara bertahap hingga 90 detakan per menit. Hasilnya, tubuh Anda tidak tersengal-sengal dan proses pemulihan (recovery) menjadi lebih cepat.
Meski bermanfaat, tetap perhatikan volume suara saat mendengarkan musik, terutama jika Anda berolahraga di area terbuka (jalan raya). Pastikan volume berada di batas aman agar Anda tetap waspada terhadap situasi lingkungan sekitar demi keselamatan. (*)
Editor : Ayu Oktaviana