Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sering Kram dan Pusing? Bisa Jadi Ini Tanda Tubuh Kurang Garam

Kiki Rizqie • Jumat, 29 Mei 2026 | 13:00 WIB
Kekurangan garam.(Magnific.com)
Kekurangan garam.(Magnific.com)

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Garam sering kali dimusuhi karena dianggap sebagai pemicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Alhasil, banyak orang memilih memangkas konsumsi garam secara ekstrem, bahkan menghilangkannya sama sekali.

Padahal, menghentikan asupan garam sepenuhnya justru bisa memicu masalah kesehatan yang serius. Berikut adalah 5 dampak negatif jika tubuh kekurangan garam:

1. Gangguan Cairan & Hiponatremia

Natrium berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh. Jika kadarnya drop, tubuh akan mengalami hiponatremia, kondisi di mana air masuk ke dalam sel secara berlebihan hingga membengkak.

Melansir https://poltekkesbandung.id , gejala awalnya meliputi sakit kepala hebat, mual, lelah ekstrem, hingga kabut otak (brain fog). Pada kasus parah, pembengkakan bisa terjadi di otak dan memicu kejang hingga koma.

2. Kram dan Lemas Otot

Kinerja saraf dan otot sangat bergantung pada impuls listrik yang dihasilkan oleh natrium dan kalium. Tanpa garam yang cukup, sistem komunikasi saraf akan terganggu. Efeknya? Anda akan sering mengalami kram otot yang menyakitkan (terutama di malam hari) serta tubuh terasa lemas tak bertenaga.

3. Tekanan Darah Anjlok (Hipotensi)

Kurang natrium membuat volume darah berkurang, sehingga tekanan darah merosot drastis. Anda akan sering merasa pusing, kliyengan, atau bahkan pingsan, terutama saat mendadak berdiri dari posisi duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).

4. Risiko Kolesterol dan Resistensi Insulin

Secara ironis, diet yang terlalu rendah natrium justru dapat memicu resistensi insulin (sel tubuh gagal menyerap gula darah dengan baik). Selain itu, pembatasan garam ekstrem terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol "jahat" (LDL) dan trigliserida, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

5. Dehidrasi Terselubung

Meskipun Anda minum banyak air, tubuh tetap bisa dehidrasi jika kekurangan garam. Tanpa natrium yang mengikat air di jaringan tubuh, cairan yang Anda minum akan langsung terbuang lewat urine. Akibatnya, tubuh gagal menyerap hidrasi secara optimal.

Berapa Takaran yang Pas?

Garam bukanlah musuh, kuncinya ada pada porsi yang seimbang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam maksimal 5 gram per hari (setara 1 sendok teh) untuk orang dewasa.

Daripada menghilangkan garam di masakan rumahan, langkah terbaik untuk menjaga kesehatan adalah dengan membatasi makanan olahan (processed food) dan siap saji yang tinggi natrium tersembunyi. (*)

Editor : Agus Pramono
#kurang garam #asupan garam