Dokter spesialis kulit Fajar Nugroho menjelaskan bahwa sinar UV terdiri dari UVA dan UVB yang sama-sama berpotensi merusak kulit dan kesehatan tubuh. Paparan berlebih dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, kerusakan mata, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Agar tetap aman saat beraktivitas di bawah terik matahari, masyarakat perlu menerapkan beberapa langkah perlindungan berikut:
-
Gunakan sunscreen minimal SPF 30 sebelum keluar rumah dan ulangi pemakaian setiap 2–3 jam, terutama saat berkeringat atau setelah terkena air.
-
Kenakan pakaian tertutup berbahan nyaman seperti lengan panjang, celana panjang, dan topi lebar untuk mengurangi paparan langsung sinar UV.
-
Pakai kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV guna menjaga kesehatan mata dari risiko iritasi dan katarak.
-
Hindari aktivitas terlalu lama di bawah matahari, terutama pada pukul 10.00–15.00 ketika intensitas sinar UV sedang tinggi.
-
Perbanyak minum air putih agar tubuh terhindar dari dehidrasi akibat cuaca panas.
-
Cari tempat teduh saat berada di luar ruangan untuk mengurangi kontak langsung dengan sinar matahari.
-
Konsumsi makanan bergizi dan kaya antioksidan seperti buah dan sayur untuk membantu menjaga kesehatan kulit.
-
Tetap manfaatkan sinar matahari pagi secukupnya karena baik untuk membantu pembentukan vitamin D yang penting bagi kesehatan tulang dan daya tahan tubuh.
Di negara tropis seperti Indonesia, kesadaran melindungi diri dari paparan sinar matahari menjadi hal penting. Dengan langkah sederhana dan kebiasaan yang tepat, masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan aman sekaligus menjaga kesehatan kulit dan tubuh dalam jangka panjang.
Editor : Ayu Oktaviana