Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Terlalu Menghindari Sinar Matahari, Ini Dampak Tubuh Kekurangan Vitamin D

Ayu Oktaviana • Minggu, 31 Mei 2026 | 09:45 WIB
Terik matahari
Terik matahari

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Terlalu sering menghindari sinar matahari ternyata juga tidak baik bagi kesehatan. Di balik panasnya cuaca tropis, tubuh manusia justru membutuhkan paparan sinar matahari untuk membantu pembentukan vitamin D yang penting bagi tulang, otot, hingga daya tahan tubuh.

Vitamin D berfungsi membantu penyerapan kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Jika kadarnya kurang, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul, mulai dari tulang mudah nyeri, tubuh cepat lelah, hingga risiko penyakit kronis tertentu.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Andika Prasetyo, Sp.GK mengatakan kekurangan vitamin D kini cukup sering terjadi, terutama pada masyarakat yang jarang keluar rumah atau terlalu sering berada di ruangan tertutup.

“Banyak orang takut panas atau takut kulit gelap, padahal tubuh tetap butuh sinar matahari secukupnya,” ungkapnya.

Pada anak-anak, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakitis atau gangguan pertumbuhan tulang. Kondisi ini membuat tulang menjadi lemah dan bentuk kaki bisa tampak melengkung. Anak juga lebih mudah rewel dan rentan terkena infeksi.

Sementara pada orang dewasa, kekurangan vitamin D sering memicu nyeri tulang, pegal-pegal, tubuh terasa lemas, hingga osteomalasia atau pelunakan tulang. Sejumlah penelitian juga mengaitkan kekurangan vitamin D dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan gangguan daya tahan tubuh.

Ketahui dampak negatif tidak terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang lama

  1. Kekurangan vitamin D yang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah sakit.

  2. Daya tahan tubuh menurun sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit.

  3. Risiko gangguan tulang seperti osteoporosis dan nyeri otot meningkat.

  4. Mood atau suasana hati menjadi lebih mudah buruk karena kurangnya paparan cahaya alami.

  5. Gangguan tidur akibat ritme biologis tubuh tidak seimbang.

  6. Tubuh terasa lebih lemas dan mudah lelah.

  7. Risiko depresi dapat meningkat, terutama jika terlalu lama berada di dalam ruangan.

  8. Pertumbuhan anak dapat terganggu karena kurangnya vitamin D untuk pembentukan tulang.

  9. Metabolisme tubuh menjadi kurang optimal.

  10. Kesehatan kulit dapat terganggu karena sirkulasi dan regenerasi kulit tidak maksimal.

Paparan sinar matahari pagi menjadi salah satu sumber vitamin D alami terbaik. Tubuh biasanya mulai memproduksi vitamin D ketika kulit terkena sinar UVB dari matahari. Waktu berjemur yang dianjurkan umumnya sekitar 10 hingga 15 menit sebanyak beberapa kali dalam seminggu.

Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan untuk tidak berjemur terlalu lama karena paparan sinar UV berlebihan juga bisa merusak kulit. Penggunaan sunscreen tetap penting dilakukan, terutama jika berada di bawah matahari dalam waktu lama.

Editor : Ayu Oktaviana
#sinar UV #gangguan pertumbuhan tulang #sinar matahari #vitamin d