PALANGKA RAYA-Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengingatkan para orang tua agar lebih bijak dalam memberikan akses gadget kepada anak usia balita.
Penggunaan gadget secara berlebihan atau screen time yang tidak terkontrol dinilai dapat memicu keterlambatan perkembangan bicara atau speech delay pada anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan, masa balita merupakan periode penting dalam perkembangan otak dan kemampuan komunikasi anak. Karena itu, interaksi langsung dengan orang tua menjadi hal yang sangat dibutuhkan dibandingkan terlalu sering terpapar layar gadget.
“Screen time yang berlebihan pada balita dapat berdampak terhadap perkembangan komunikasi anak, termasuk memicu speech delay. Anak jadi lebih sedikit berinteraksi secara langsung sehingga kemampuan merespons dan berbicaranya bisa berkembang lebih lambat,” ujar Riduan, Kamis (28/5/2026).
Perkembangan bahasa dan komunikasi anak akan lebih optimal apabila dibangun melalui aktivitas interaktif seperti bermain bersama, berbicara, mendengarkan cerita, hingga bercanda dengan orang tua maupun lingkungan sekitar. “Pada usia balita, otak anak berkembang sangat cepat dan paling baik distimulasi lewat komunikasi langsung, bukan hanya dari suara atau tontonan di gadget,” katanya.
Riduan mengimbau para orang tua untuk mulai membatasi penggunaan gadget sesuai usia anak dan tetap melakukan pendampingan ketika anak menggunakan perangkat elektronik tersebut.
Menurutnya, perhatian sederhana seperti mengajak anak berbicara, bermain, atau membacakan cerita setiap hari memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan komunikasi anak.
“Kami mengajak para orang tua agar lebih banyak meluangkan waktu untuk interaksi langsung dengan anak. Halhal sederhana seperti bermain dan bercerita bersama sangat membantu perkembangan bicara dan emosional anak,” tuturnya.
Selain itu, Riduan juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aktif dan komunikatif agar anak tidak bergantung pada gadget sebagai sarana hiburan utama.
“Gunakan gadget secara bijak demi mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, aktif, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik,” pungkasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana