PALANGKA RAYA-Dinkes Kesehatan (Dinkes) Kalteng mencatat ratusan kasus gangguan penglihatan dan pendengaran berdasarkan data hingga Mei 2026. Dari data tersebut, katarak menjadi kasus terbanyak pada kelompok gangguan penglihatan.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kalteng, Eddy Kelana, SKM., M.Si, menyampaikan bahwa total penyandang gangguan pendengaran tercatat sebanyak 172 kasus, yang didominasi oleh serumen prop sebanyak 102 kasus, otitis (OMSK) 46 kasus, serta presbikusis 24 kasus. “Data ini merupakan akumulasi sampai Mei 2026,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Pemprov Kalteng Gelar Operasi Katarak Gratis, 49 Pasien Memenuhi Syarat
Gangguan Penglihatan
- Total kasus : 344 kasus
- Katarak : 208 kasus
- Gangguan refraksi : 136 kasus
- Miopia : 67 kasus
Gangguan Pendengaran
- Total kasus : 172 kasus
- Serumen prop : 102 kasus
- OMSK/Otitis : 46 kasus
- Presbikusis : 24 kasus
Eddy menjelaskan, tingginya angka katarak dipengaruhi sejumlah faktor risiko, antara lain penyakit diabetes, gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, paparan sinar matahari langsung tanpa pelindung mata, cedera pada mata, serta faktor bawaan.
Menurutnya, dibandingkan tahun sebelumnya, terdapat indikasi penurunan kasus berdasarkan data Januari hingga Mei 2026, meski pada 2025 tercatat sekitar 208 kasus pada kategori yang sama.
Ia menegaskan, pemprov terus melakukan berbagai langkah untuk menekan angka kasus gangguan penglihatan, khususnya katarak.
Upaya tersebut meliputi promosi kesehatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan akses layanan kesehatan, penguatan deteksi dini di tingkat puskesmas, serta pelaksanaan operasi katarak secara berkala.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat program kesehatan mata, mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) melalui JKN, serta meningkatkan layanan rujukan kesehatan di daerah.
“Terlihat dari data Januari sampai Mei 2026 ada penurunan jumlah kasus dibanding sebelumnya,” jelasnya.
Eddy mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan mata dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari faktor risiko, serta melakukan pemeriksaan secara rutin ke fasilitas kesehatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan pelindung mata bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko paparan sinar matahari yang dapat mempercepat kerusakan lensa mata.
Penyebab Katarak
Sementara itu, Dokter Spesialis Mata RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Yudika Iwan Kaharap Toemon, Sp.M, menjelaskan bahwa katarak umumnya disebabkan oleh faktor usia, meski sejumlah faktor lain juga dapat mempercepat munculnya penyakit tersebut.
“Paling sering karena faktor usia, biasanya di atas 50 tahun sudah mulai katarak senilis. Tapi ada juga karena trauma, paparan sinar matahari, atau pekerjaan di luar ruangan,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang banyak beraktivitas di luar ruangan seperti petani dan pekerja lapangan, untuk menggunakan pelindung mata guna mengurangi risiko paparan sinar matahari langsung.
“Kalau bekerja di luar, sebaiknya pakai pelindung seperti kacamata atau topi agar tidak terpapar langsung sinar matahari,” ujarnya.
Faktor Risiko Katarak
- Usia di atas 50 tahun
- Diabetes
- Merokok
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Paparan sinar matahari langsung
- Cedera mata
- Faktor bawaan
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga asupan gizi serta menghindari cedera pada mata yang dapat memicu gangguan penglihatan.
Operasi Katarak Gratis
Sementara itu, Plh Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Mikko Uriamapas Ludjen menjelaskan, tingginya kebutuhan layanan tersebut terlihat dari banyaknya pasien yang datang dari berbagai kabupaten, bahkan dari luar daerah, untuk mendapatkan penanganan di RSUD rujukan.
“Operasi katarak ini bukan hanya dalam rangka hari jadi, tetapi juga kegiatan rutin setiap tahun karena kebutuhan masyarakat masih sangat tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, setiap pasien yang akan menjalani operasi harus melalui proses skrining terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan medis sebelum tindakan dilakukan.
Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari prioritas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di bidang kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Ini merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi ke-69 Kalteng. Kesehatan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah karena sangat mendukung proses pembangunan yang baik di daerah,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan operasi katarak.
“Kami berharap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dari kalangan kurang mampu, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak melalui program ini,” pungkasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana