Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jangan Kalap saat Musim Durian, Berikut Risiko bagi Kesehatan

Miftahul Ilma • Kamis, 25 Juni 2026 | 20:00 WIB
Deretan lapak durian di sepanjang jalur Kecamatan Cempaga.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Deretan lapak durian di sepanjang jalur Kecamatan Cempaga.(Miftah/kaltengpos.jaawapos.com)

SAMPIT – Aroma durian yang mulai mudah ditemui di sejumlah ruas jalan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi tanda musim panen buah berjuluk raja buah itu kembali tiba.

Namun, masyarakat diminta tidak menjadikan momen tersebut sebagai alasan untuk mengonsumsi durian secara berlebihan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim mengingatkan, meski memiliki cita rasa yang digemari banyak orang, durian tetap perlu dikonsumsi dengan porsi yang wajar. Terlebih bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Pengelola Program Gizi Dinkes Kotim, Multiansyah, menjelaskan kandungan gula alami, karbohidrat, dan energi dalam durian cukup tinggi. Sehingga jumlah konsumsi perlu diperhatikan agar tidak memberikan dampak buruk terhadap kondisi tubuh.

“Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Untuk orang yang sehat, konsumsi dua sampai tiga biji durian ukuran sedang dalam sekali makan masih dalam batas yang wajar,” ujarnya, Kamis (25/6/2026). 

Menurutnya, persoalan bukan terletak pada buah durian itu sendiri, melainkan pola konsumsi yang tidak terkendali. Mengonsumsi dalam jumlah besar secara bersamaan dapat meningkatkan asupan kalori harian dan berpengaruh terhadap kesehatan.

Ia menyebut sejumlah kelompok masyarakat perlu lebih berhati-hati saat menikmati durian. Mereka di antaranya penderita diabetes, orang dengan berat badan berlebih, penderita tekanan darah tinggi, gangguan jantung, serta masyarakat lanjut usia dengan kondisi metabolik tertentu.

“Bagi yang memiliki penyakit kronis, porsinya tentu harus lebih diperhatikan. Jumlah konsumsi sebaiknya menyesuaikan kondisi tubuh dan mengikuti arahan tenaga kesehatan,” jelasnya.

Multiansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Persagi Kotim itu menerangkan, durian memang dapat memengaruhi kadar gula darah karena mengandung gula alami. Akan tetapi, efek tersebut sangat bergantung pada jumlah buah yang masuk ke tubuh.

Ia juga meluruskan anggapan yang menyebut durian secara langsung menyebabkan kolesterol meningkat. Menurutnya, durian sebagai buah tidak memiliki kandungan kolesterol, tetapi konsumsi berlebihan dapat memicu peningkatan berat badan yang kemudian berhubungan dengan risiko gangguan metabolik.

Selain membatasi porsi, masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan tetap seimbang. Durian sebaiknya hanya menjadi pelengkap konsumsi, bukan menggantikan kebutuhan makanan utama sehari-hari.

“Buah tetap memiliki manfaat, tetapi tubuh membutuhkan zat gizi lain dari makanan yang beragam. Jadi jangan sampai hanya mengandalkan durian untuk memenuhi kebutuhan makan,” katanya.

Ia turut mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kondisi tubuh setelah mengonsumsi durian. Jika muncul keluhan seperti jantung berdebar, sesak, pusing, maupun gangguan pencernaan, masyarakat disarankan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Dengan menjaga porsi dan pola konsumsi, musim durian tetap dapat dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan. (*)

Editor : Agus Pramono
#bahaya makan durian #dampak kesehatan durian #akibat makan durian #durian