Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dokter Ungkap Kesalahan Para Orang Tua saat Memilih Susu untuk Anak

Agus Pramono • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi orang tua perlu lebih cermat saat memilih susu untuk anak. (Istimewa)
Ilustrasi orang tua perlu lebih cermat saat memilih susu untuk anak. (Istimewa)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Orang tua sering memilih susu anak berdasar klaim yang paling mencolok di bagian depan kemasan. Padahal cara tersebut bisa membuat mereka melewatkan informasi yang jauh lebih penting.

Dokter spesialis anak mengingatkan bahwa memahami daftar komposisi dan nilai gizi merupakan langkah awal untuk memastikan produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Di tengah banyaknya pilihan susu dan produk nutrisi anak di pasaran, kebiasaan membaca komposisi dinilai masih sering diabaikan. Padahal, keputusan membeli berdasar slogan seperti tinggi kalsium, mengandung DHA, atau klaim tambahan lain, belum tentu memberikan gambaran utuh mengenai isi produk.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Rini Sekartini mengatakan, orang tua sebaiknya tidak hanya terpaku pada informasi yang ditampilkan di bagian depan kemasan.

"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," ujar Rini Sekartini di Jakarta.

Mengapa membaca komposisi susu anak penting?

Menurut Rini, kualitas nutrisi tidak hanya ditentukan banyaknya asupan, tetapi juga keseimbangan zat gizi yang diterima anak. Terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa ini menjadi periode penting bagi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, hingga pembentukan sistem kekebalan tubuh.

Anak membutuhkan energi, protein, lemak esensial, zat besi, zinc, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang seimbang. Selain nutrisi, stimulasi yang tepat juga berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang secara optimal.

Karena itu, memahami komposisi produk menjadi salah satu cara sederhana agar orang tua mengetahui bahan utama, bahan tambahan, serta apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan anak. Agar tidak keliru memilih, Rini menyarankan orang tua memperhatikan beberapa hal. Yang paling penting adalah bahan.

Bahan yang berada di urutan pertama dalam daftar komposisi umumnya merupakan bahan dengan jumlah paling banyak di dalam produk. Informasi ini lebih mencerminkan isi produk dibandingkan klaim yang ditonjolkan pada kemasan depan.

Pada produk berbasis susu, orang tua dapat melihat apakah susu benar-benar menjadi bahan utama dan bagaimana bahan tersebut ditulis. Lalu, selain urutan komposisi, jenis bahan dasar juga penting diperhatikan.

Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, produk tersebut menggunakan susu sapi segar sebagai dasar formulasi yang kemudian diolah menjadi produk akhir.

Apabila yang tertulis adalah susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi, bahan dasarnya berbeda dan melalui tahap pengolahan yang berbeda pula.

Rini menjelaskan, beberapa komponen nutrisi dalam susu, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu, bersifat sensitif terhadap paparan panas tinggi maupun proses pengolahan berulang. Oleh karena itu, transparansi mengenai bahan utama, sumber susu, dan proses pengolahannya menjadi informasi yang layak diperhatikan.

Waspadai gula tambahan yang tersembunyi

Kesalahan lain yang sering dilakukan orang tua adalah tidak menyadari adanya gula tambahan dalam produk. Gula tambahan bisa muncul dengan berbagai nama, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin.

Berbeda dengan laktosa yang merupakan gula alami dalam susu, gula tambahan perlu diperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsinya. Rini mengingatkan paparan gula tambahan sejak dini perlu dikendalikan karena dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan hingga obesitas.

Selain itu, anak yang terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman manis berpotensi lebih menyukai rasa manis sehingga lebih sulit menerima makanan alami seperti sayur dan buah.

Jangan lupa baca tabel nilai gizi

Selain daftar komposisi, tabel informasi nilai gizi juga perlu dibaca bersamaan. Melalui tabel tersebut, orang tua dapat mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, serta mineral dalam setiap sajian.

Dengan menggabungkan informasi nilai gizi dan daftar komposisi, orang tua dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kualitas produk. Rini juga menegaskan bahwa tidak ada satu produk yang mampu menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," kata Rini.

Dia juga mengingatkan bahwa ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan. Penggunaan susu atau produk nutrisi lainnya sebaiknya disesuaikan dengan usia, kebutuhan anak, dan bila perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, pesan mengenai pentingnya membaca komposisi produk atau cek komposisi juga mulai didorong oleh sejumlah produsen nutrisi anak agar orang tua lebih cermat memahami isi produk sebelum memutuskan membeli.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#susu anak #Hari Pertama Kehidupan (HPK) #susu sapi segar #asi #tumbuh kembang