Kemenkes Menemukan 1 Juta Kasus Baru Hipertensi di CKH 2026

Ismail • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (4/8/2026). ANTARA/Mecca Yumna
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (4/8/2026). ANTARA/Mecca Yumna

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Kementerian Kesehatan mendeteksi sekitar satu juta kasus baru hipertensi dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026. Tahun lalu mereka yang terdeksi ini tercatat dalam kondisi sehat.

Selain kasus baru, Kemenkes mencatat dari 1,3 juta peserta CKG berstatus prehipertensi yang diperiksa ulang, sebanyak 247 ribu orang kini berstatus hipertensi. 

Pola serupa terjadi pada kasus diabetes: dari 8,3 juta peserta yang diperiksa ulang, 188 ribu orang terdeteksi mengalami diabetes baru, dan 16 ribu peserta prediabetes berkembang menjadi diabetes.  

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan di Jakarta, Kamis (6/8/2026), bahwa hal tersebut

menunjukkan perlunya bagi masyarakat untuk mengikuti CKG setiap tahunnya, meski merasa sehat.   
“Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi,” ujarnya.

Budi menambahkan, sebagian besar penyakit tidak menular (PTM), termasuk hipertensi dan diabetes, tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Karena itu, pemeriksaan berkala sangat krusial untuk mendeteksi penyakit dan faktor risiko sebelum berkembang menjadi komplikasi fatal seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menegaskan, status kesehatan seseorang bersifat dinamis. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu tidak menjamin seseorang bebas penyakit pada tahun berikutnya.  

"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," kata Endang.

Namun, katanya, CKG juga mencatat dampak positif pengendalian penyakit. Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang kembali memeriksakan diri, sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengontrol tekanan darahnya ke rentang normal.

"Hal serupa dialami 235 ribu penderita diabetes dari total 340 ribu orang yang menjalani pemantauan ulang," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menerangkan bahwa tahapan CKG selalu diawali dengan anamnesi, yakni wawancara medis mendalam mengenai keluhan, riwayat penyakit, hingga faktor risiko peserta.

“Anamnesis membantu menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan jenis layanan yang sesuai. Dengan begitu, penanganan dapat diberikan lebih tepat sasaran,” kata Dante.

Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia dr. Iwan Ariawan menambahkan, keberhasilan CKG bertumpu pada tindak lanjut peserta. Hasil pemeriksaan harus direspons dengan perubahan gaya hidup, pengobatan rutin, atau rujukan medis.

Guna memperluas jangkauan, Kemenkes mendorong masyarakat memanfaatkan layanan CKG di Puskesmas terdekat serta mendukung pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak-anak di lingkungan sekolah. (ant)

Editor : Ayu Oktaviana
Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 layanan CKG hipertensi budi gunadi sadikin kemenkes