KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Gangguan tiroid sering kali tidak disadari karena gejalanya dapat muncul perlahan dan dianggap sebagai masalah kesehatan biasa. Padahal, gangguan pada kelenjar tiroid dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme, berat badan, suasana hati, hingga kesehatan reproduksi perempuan.
dr Indra Tarigan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan pada tubuh yang muncul tanpa sebab jelas. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan antara lain kenaikan berat badan dan rambut yang mudah rontok.
“Hati-hati, gangguan tiroid bisa tidak disadari. Gejalanya nanti berat badan naik, rambut rontok,” kata dr. Indra Tarigan melalui unggahan di Instagram.
Menurutnya, gangguan tiroid dapat memengaruhi kerja metabolisme tubuh. Pada perempuan, kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap siklus menstruasi hingga kesuburan.
Karena itu, perubahan kondisi tubuh yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat stres atau kelelahan.
Kenali Gejala Gangguan Tiroid
Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Berat badan naik atau turun tanpa sebab yang jelas.
- Mudah merasa lelah.
- Jantung sering berdebar.
- Mudah merasa kedinginan atau kepanasan.
- Siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
- Rambut mudah rontok atau terjadi perubahan pada kulit.
- Mengalami kesulitan untuk mendapatkan kehamilan.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi ini mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan diagnosis sendiri berdasarkan gejala tersebut. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami berkaitan dengan gangguan tiroid atau kondisi kesehatan lainnya.
“Jangan pikir ini stres, ini itu, lebih baik periksa ke dokter,” pesannya.
Hipertiroidisme Bisa Terjadi Saat Hamil
Salah satu gangguan tiroid yang perlu mendapat perhatian adalah hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah berlebihan.
Kondisi tersebut juga dapat terjadi selama kehamilan. Salah satu pemicunya berkaitan dengan peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang secara alami diproduksi tubuh selama kehamilan.
Kadar HCG meningkat terutama pada sekitar 12 minggu pertama kehamilan. Dalam kondisi tertentu, peningkatan hormon tersebut dapat merangsang kelenjar tiroid sehingga menghasilkan lebih banyak hormon tiroid dan memunculkan gejala hipertiroidisme.
Risiko hipertiroidisme juga dapat meningkat pada kondisi kehamilan tertentu, termasuk kehamilan kembar dan hamil anggur.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang mengarah pada hipertiroidisme atau perubahan tubuh yang tidak biasa.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
Bagi pasien yang sedang atau baru menjalani pengobatan hipertiroidisme, kontrol secara rutin juga penting. Dokter dapat memantau perkembangan kondisi serta respons tubuh terhadap pengobatan.
Intinya, perubahan berat badan, rambut rontok, jantung berdebar, mudah lelah, atau gangguan menstruasi tidak selalu disebabkan stres.
Jika keluhan menetap atau mengganggu, pemeriksaan medis menjadi langkah yang lebih tepat daripada menebak penyebabnya sendiri.(*)
Editor : Ayu Oktaviana