KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kekhawatiran terhadap kehamilan dan persalinan disebut semakin banyak dirasakan generasi muda, termasuk Gen Z.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) dr Indra Tarigan menilai kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa generasi sekarang lebih lemah dibanding generasi sebelumnya.
Menurut dr Indra, salah satu faktor yang turut memengaruhi ketakutan anak muda terhadap kehamilan dan persalinan adalah derasnya informasi dari media sosial.
“Kalau melihat banyak anak muda, ada kecenderungan takut hamil. Sebenarnya yang datang di praktik saya, bukan Gen Z lebih lemah dari generasi sebelumnya. Generasi Gen Z ini orang-orang yang mendapat arus informasi dari media sosial,” ujar dr Indra dikutip dari Facebook Doa Ibu Persada.
Ia menjelaskan, algoritma media sosial cenderung membuat pengguna lebih sering melihat konten yang dianggap menarik perhatian, termasuk konten mengejutkan, dramatis, atau menakutkan.
Ketika seseorang terus-menerus terpapar konten mengenai pengalaman persalinan yang sulit atau menakutkan, gambaran tersebut dapat membentuk persepsi bahwa melahirkan selalu merupakan pengalaman yang berbahaya.
Konten Persalinan Menakutkan Lebih Mudah Viral
Menurut dr Indra, persoalan bukan semata-mata pada informasi yang beredar, melainkan bagaimana algoritma media sosial memilih dan mengulang konten tertentu kepada pengguna.
“Algoritma media sosial cenderung menampilkan yang penuh kejutan, dramatik. Jadi, berandanya memunculkan yang mengerikan. Kalau itu terus-menerus, Gen Z jadi takut,” jelasnya.
Padahal, pengalaman persalinan setiap perempuan berbeda. Banyak proses persalinan yang berlangsung lancar dan aman, tetapi pengalaman tersebut belum tentu mendapatkan perhatian sebesar konten yang dramatis.
“Sebenarnya peristiwa-peristiwa melahirkan yang hook-nya menakutkan itu muncul tidak secara utuh. Banyak momen persalinan yang lancar dan aman yang tidak muncul di beranda mereka,” katanya.
Karena itu, informasi mengenai kehamilan dan persalinan sebaiknya diperoleh dari sumber yang kredibel. Pengalaman orang lain di media sosial juga tidak dapat dijadikan gambaran mutlak mengenai apa yang akan dialami setiap ibu hamil.(*)
Editor : Ayu Oktaviana