Pantat Perlu Digganjal Bantal! Sperma Tumpah Apakah Bisa Hamil? Ini Penjelasan dr Indra Tarigan

Agus Pramono • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:30 WIB
dr Indra Tarigan soal pertanyaan sperma tumpah apakah bisa membuat hamil.(Facebook)
dr Indra Tarigan soal pertanyaan sperma tumpah apakah bisa membuat hamil.(Facebook)

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Mengganjal pantat dengan bantal setelah berhubungan seksual kerap dipercaya dapat mencegah sperma keluar kembali dan meningkatkan peluang kehamilan. Namun, apakah cara tersebut benar-benar diperlukan?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Indra Tarigan menjelaskan, peluang terjadinya kehamilan tidak ditentukan oleh apakah cairan sperma tumpah setelah berhubungan seksual atau tidak.

Baca Juga: Gen Z Disebut Makin Takut Melahirkan, dr Indra Tarigan Soroti Pengaruh Media Sosial

Menurutnya, proses kehamilan terjadi ketika spermatozoa berhasil bergerak melalui vagina menuju rahim dan saluran telur (tuba falopi), kemudian bertemu dengan sel telur yang matang.

“Yang penting itu kematangan sperma dan sel telur, bukan masalah diganjal bantal atau sperma tumpah,” jelas dr Indra, dikutip dari Facebook Momsy Indonesia.

Sperma Keluar Setelah Berhubungan, Apakah Normal?

Indra menjelaskan, cairan semen terdiri atas komponen cairan dan spermatozoa. 
Sebagian cairan yang keluar kembali setelah berhubungan seksual bukan berarti seluruh sperma ikut keluar.

“Kalau airnya tumpah enggak apa-apa,” ujarnya.

Menurutnya, hal yang lebih penting dalam proses terjadinya kehamilan adalah kualitas dan kematangan sperma serta sel telur.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Payudara Berubah Usai Menyusui, dr Indra Tarigan Menjawab

Sperma membutuhkan waktu sekitar 72 hari untuk menjalani proses pematangan, sedangkan sel telur juga harus berada dalam kondisi matang dan tersedia pada waktu yang tepat.

Setelah terjadi pembuahan, hasil pertemuan sperma dan sel telur akan berkembang dan bergerak menuju rahim untuk kemudian tumbuh menjadi kehamilan.

Tuba Falopi Harus Tidak Tersumbat

Selain kualitas sperma dan sel telur, kondisi saluran reproduksi perempuan juga berperan dalam proses kehamilan.

Ahli Kandugan itu menjelaskan, tuba falopi harus dalam kondisi tidak tersumbat agar sperma dan sel telur dapat bertemu.

Baca Juga: Operasi Caesar Berarti Gagal Melahirkan? dr Indra Tarigan: Ada Luka Seumur Hidup Bisa Tak Sembuh

Dengan demikian, mengganjal pantat menggunakan bantal setelah berhubungan seksual bukan faktor utama yang menentukan keberhasilan kehamilan. 

Fokus utama justru pada kualitas sperma, kematangan sel telur, waktu terjadinya ovulasi, serta kondisi saluran reproduksi.

Artinya, sperma yang sebagian cairannya keluar setelah berhubungan seksual merupakan hal yang dapat terjadi secara normal dan tidak otomatis berarti peluang hamil menjadi hilang.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
dr indra tarigan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Indra Tariga tuba falopi ovulasi hamil