PALANGKA RAYA – Kehamilan pada usia 36 tahun masih sangat mungkin terjadi. Namun, perempuan yang ingin menjalani program hamil (promil) di usia tersebut disarankan tidak terlalu menunda karena kualitas dan cadangan sel telur umumnya mulai menurun.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Indra Tarigan, mengatakan usia 36 tahun termasuk kategori kehamilan usia matang atau advanced maternal age. Peluang hamil tetap ada, tetapi diperlukan persiapan dan pemeriksaan yang lebih terarah.
Baca Juga: Gen Z Disebut Makin Takut Melahirkan, dr Indra Tarigan Soroti Pengaruh Media Sosial
“Bisa saja hamil di usia 36 tahun. Kualitas dan cadangan sel telur memang sudah menurun,” jelasnya dikutip dari Facebook Indra Tarigan.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya risiko kehamilan tertentu seiring bertambahnya usia ibu.
Salah satunya adalah risiko kelainan kromosom seperti Down syndrome, yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan pada usia 20-an.
Karena itu, perempuan yang merencanakan kehamilan pada usia 36 tahun disarankan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Pemeriksaan dapat mencakup USG serta evaluasi cadangan dan kondisi sel telur. Pemeriksaan hormon juga dapat dilakukan bila diperlukan.
Baca Juga: Operasi Caesar Berarti Gagal Melahirkan? dr Indra Tarigan: Ada Luka Seumur Hidup Bisa Tak Sembuh
Selain kondisi calon ibu, kesehatan calon ayah tidak boleh diabaikan. Ahli kandungan itu menekankan pentingnya pemeriksaan kualitas sperma pasangan kepada ahlinya.
“Suami jangan lupa analisa sperma, tidak ada gunanya kalau suaminya tidak diperiksa,” katanya.
Selain pemeriksaan medis, persiapan kehamilan juga perlu didukung dengan pola hidup sehat.
Menjaga berat badan ideal, tidur cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, serta memenuhi kebutuhan folat sejak sebelum hamil menjadi bagian penting dalam persiapan promil.
Dengan persiapan yang tepat, program hamil di usia 36 tahun tetap dapat dilakukan. Yang terpenting, pasangan tidak perlu panik, tetapi segera melakukan pemeriksaan ke dokter dan menjalani pola hidup yang lebih sehat serta terarah.(*)
Editor : Ayu Oktaviana