KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Kebiasaan mencukur atau membotaki rambut bayi masih menjadi tradisi yang dilakukan sebagian orang tua.
Ada anggapan rambut bayi harus dicukur habis agar nantinya tumbuh lebih lebat. Namun, benarkah bayi memang wajib dibotaki?
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Indra Tarigan, menjelaskan bahwa dari sisi medis tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk membotaki rambut bayi.
Baca Juga: Vasektomi Bikin Pria Impoten? dr Indra Tarigan Jelaskan Faktanya
Menurutnya, pada usia 0–2 tahun, hal yang lebih penting adalah menjaga kesehatan kulit kepala serta memastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan rambut.
“Kalau dari segi medis, tidak ada kewajiban untuk membotaki,” jelas dr Indra di laman facebook pribadinya.
Ia menekankan, keputusan membotaki rambut bayi lebih berkaitan dengan tradisi atau pilihan keluarga, bukan kebutuhan medis yang harus dilakukan setiap bayi.
Tidak Membuat Rambut Otomatis Lebih Lebat
Anggapan bahwa mencukur rambut bayi akan membuat rambut tumbuh lebih tebal atau lebat juga perlu dipahami dengan tepat.
Baca Juga: Dokter Indra Tarigan Buktikan Langkah Sederhana Ini Bisa Wujudkan Pasangan Punya Momongan
Mencukur rambut hanya memotong bagian rambut yang berada di atas permukaan kulit. Proses tersebut tidak mengubah jumlah folikel rambut yang menentukan pertumbuhan rambut seseorang.
Karena itu, rambut yang terlihat lebih tebal setelah dicukur bukan berarti jumlah rambut bertambah. Rambut baru yang tumbuh juga dapat terlihat lebih kasar atau gelap karena ujung rambut sebelumnya yang meruncing telah terpotong.
Perawatan Kulit Kepala Tetap Penting
Selain tidak wajib dibotaki, orang tua juga perlu memperhatikan kebersihan dan kesehatan kulit kepala bayi.
Nutrisi yang cukup, perawatan yang lembut, serta menjaga kulit kepala tetap sehat menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan rambut si kecil.
Dalam pembahasan tersebut, dr Indra juga menyinggung penggunaan produk perawatan rambut dan kulit kepala berbahan soymilk biome.
Baca Juga: Operasi Caesar Berarti Gagal Melahirkan? dr Indra Tarigan: Ada Luka Seumur Hidup Bisa Tak Sembuh
Produk tersebut disebut menggunakan posbiotik hasil fermentasi kedelai hitam (black soybean).
Namun, penggunaan produk perawatan rambut pada bayi sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kondisi kulit bayi. Orang tua juga perlu memperhatikan komposisi produk serta kemungkinan terjadinya iritasi.
Jadi, membotaki bayi bukan kewajiban medis. Jika dilakukan, hal tersebut dapat menjadi bagian dari tradisi atau pilihan keluarga.
Sementara untuk mendukung pertumbuhan rambut bayi, perhatian utama tetap pada kesehatan kulit kepala dan pemenuhan nutrisi yang sesuai kebutuhan anak.(*)
Editor : Ayu Oktaviana