Benarkah Janin Laki-Laki Lebih Aktif dan Sering di Sisi Kanan? Ini Faktanya

Agus Pramono • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi ibu hamil dan hasil USG dan janin aktif. (Freepik-Jawapos.com)
Ilustrasi ibu hamil dan hasil USG dan janin aktif. (Freepik-Jawapos.com)


KALTENGPOS.JAWAPOS.COM– Gerakan janin di dalam kandungan kerap dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan bahwa janin laki-laki lebih aktif bergerak dibandingkan janin perempuan.

Ada pula kepercayaan bahwa jika gerakan janin lebih sering terasa di sisi kanan perut, bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, gerakan di sisi kiri disebut-sebut menandakan bayi perempuan.

Namun, apakah anggapan tersebut benar? Bidan Iin menjelaskan, gerakan janin tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan jenis kelamin bayi. Belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa janin laki-laki memiliki pola gerakan yang berbeda dengan janin perempuan.
Artinya, gerakan yang terasa lebih kuat, lebih sering, atau lebih dominan di sisi tertentu tidak bisa digunakan untuk memastikan jenis kelamin bayi.

Gerakan janin dipengaruhi banyak faktor

Intensitas dan pola gerakan janin dapat dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya usia kehamilan.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, tubuh janin semakin besar. Kondisi tersebut membuat ruang di dalam rahim relatif semakin terbatas sehingga karakter gerakan yang dirasakan ibu dapat berubah.

Selain itu, posisi janin, kondisi kesehatan ibu dan janin, serta aktivitas sehari-hari ibu juga dapat memengaruhi seberapa sering gerakan terasa.

Setiap kehamilan juga memiliki pola yang berbeda. Ada ibu yang lebih sering merasakan gerakan janin pada pagi hari, sementara sebagian lainnya merasakannya lebih jelas ketika malam atau saat sedang beristirahat.

Karena itu, tidak tepat jika tingkat keaktifan janin digunakan untuk menebak jenis kelaminnya.

Kapan gerakan janin mulai terasa?

Umumnya, ibu mulai merasakan gerakan janin sekitar usia kehamilan 16–24 minggu.
Pada kehamilan berikutnya, sebagian ibu dapat merasakan gerakan lebih awal karena sudah mengenali sensasi gerakan janin.

Seiring perkembangan kehamilan, gerakan janin biasanya semakin jelas. Ibu juga akan mulai mengenali pola gerakan yang menjadi kebiasaan bayinya.

Memasuki usia kehamilan sekitar 28 minggu, pemantauan pola gerakan janin menjadi semakin penting.

Jika gerakan terasa jauh lebih sedikit, lebih lemah, atau berubah secara signifikan dari pola biasanya, ibu sebaiknya tidak mengabaikannya dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Benarkah janin laki-laki lebih sering berada di kanan?

Anggapan bahwa janin laki-laki lebih sering berada di sisi kanan rahim juga merupakan mitos yang belum terbukti secara ilmiah.

Posisi janin di dalam rahim dapat berubah-ubah, terutama pada usia kehamilan yang masih relatif muda. Posisi tersebut dipengaruhi oleh perkembangan janin, ruang di dalam rahim, serta berbagai faktor lainnya.

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan korelasi antara posisi janin di sisi kanan atau kiri dengan jenis kelaminnya.

Jadi, posisi janin di kanan bukan berarti bayi laki-laki, begitu pula posisi di kiri bukan berarti bayi perempuan.

Jika ingin mengetahui jenis kelamin bayi, pemeriksaan medis jauh lebih dapat diandalkan dibandingkan menebak melalui gerakan atau posisi janin.

Salah satunya adalah ultrasonografi (USG). Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat melihat perkembangan janin dan, pada usia kehamilan serta posisi janin yang memungkinkan, menentukan jenis kelaminnya.

Selain USG, jenis kelamin janin juga dapat diketahui melalui pemeriksaan NIPT (non-invasive prenatal testing). Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah ibu dan pada dasarnya ditujukan untuk skrining kelainan kromosom, tetapi juga dapat memberikan informasi mengenai kromosom seks.

Sementara itu, pemeriksaan seperti amniosentesis atau chorionic villus sampling (CVS) dapat memberikan informasi genetik, termasuk jenis kelamin. Namun, pemeriksaan tersebut merupakan tindakan medis invasif dan bukan dilakukan semata-mata untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Dengan demikian, anggapan bahwa janin laki-laki lebih aktif, lebih kuat menendang, atau lebih sering berada di sisi kanan tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan jenis kelamin bayi.
Yang lebih penting bagi ibu hamil adalah memperhatikan pola gerakan janin dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila terjadi perubahan yang tidak biasa.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
jenis kelamin bayi tenaga kesehatan kehamilan usg