KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai makanan dan aktivitas yang dianggap harus dihindari setelah menjalani operasi. Salah satunya anggapan bahwa pasien tidak boleh mengonsumsi tempe, tahu, ikan, dan telur karena dikhawatirkan membuat luka operasi sulit sembuh.
Anggapan tersebut tidak benar. Justru makanan yang mengandung protein dapat membantu tubuh dalam proses pemulihan jaringan setelah operasi.
Baca Juga: Program Hamil, Apakah Boleh Pasutri Berhubungan Seks Setiap Hari? Ini Penjelasannya
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Indra Tarigan, menjelaskan pemulihan luka operasi tidak hanya bergantung pada jahitan. Tubuh membutuhkan asupan nutrisi dan waktu istirahat yang cukup untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan.
“Banyak pemahaman orang, takut makan tempe, tahu, ikan, telur, padahal enggak. Justru itu makanan bergizi,” katanya.
Benarkah Tidur Pagi dan Siang Dilarang?
Selain soal makanan, terdapat pula mitos bahwa pasien yang baru menjalani operasi tidak boleh tidur pada pagi atau siang hari karena dianggap dapat menyebabkan masalah pada tubuh.
Padahal, istirahat yang cukup justru menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
“Katanya tidur pagi enggak boleh, siang enggak boleh, katanya naik darah putih. Padahal harus banyak istirahat,” ujarnya.
Baca Juga: Operasi Caesar Berarti Gagal Melahirkan? dr Indra Tarigan: Ada Luka Seumur Hidup Bisa Tak Sembuh
Menurut dr Indra, kondisi psikologis pasien juga tidak boleh diabaikan selama masa pemulihan. Pasien dianjurkan beristirahat dengan cukup dan menjaga suasana hati agar tetap baik.
“Sering istirahat, senang hatinya, itu akan cepat pulih,” bebernya.
Cara Membantu Mempercepat Pemulihan Luka Operasi
Indra menjelaskan ada sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk mendukung proses penyembuhan setelah operasi, antara lain:
• Konsumsi makanan tinggi protein, seperti ikan, telur, ayam, dan daging.
• Perbanyak sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral.
• Minum air yang cukup agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.
• Mulai bergerak secara bertahap sesuai anjuran dokter.
• Jaga luka tetap bersih dan kering serta lakukan perawatan sesuai petunjuk tenaga medis.
• Hindari merokok karena dapat menghambat proses penyembuhan luka.
• Rutin melakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter.
Baca Juga: Gen Z Disebut Makin Takut Melahirkan, dr Indra Tarigan Soroti Pengaruh Media Sosial
Pasien juga perlu segera memeriksakan diri apabila luka operasi tampak semakin merah, mengeluarkan nanah, berbau, atau disertai demam.
Jika diperlukan, penggunaan suplemen dapat dipertimbangkan. Namun, sebaiknya pilih suplemen dengan kandungan yang jelas dan aman serta digunakan sesuai anjuran dokter.
“Ingat, luka yang dirawat dengan baik akan memiliki peluang lebih besar untuk sembuh dengan optimal,” tegasnya, dikutip dari laman Facebook Doa Ibu Persada.(*)
Editor : Ayu Oktaviana