KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil (promil), memperhatikan asupan makanan menjadi salah satu langkah sederhana yang tidak boleh diabaikan. Salah satu nutrisi yang dinilai penting adalah asam lemak omega-3.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Indra Tarigan mengatakan, omega-3 dapat mendukung kesehatan tubuh yang berkaitan dengan proses reproduksi.
Omega-3 juga disebut dapat memberikan manfaat secara tidak langsung melalui dukungan terhadap aliran darah, membantu mengurangi peradangan, serta mendukung suasana hati yang lebih baik.
Baca Juga: Pantat Perlu Digganjal Bantal! Sperma Tumpah Apakah Bisa Hamil? Ini Penjelasan dr Indra Tarigan
Karena itu, pasangan yang sedang merencanakan kehamilan dapat memperhatikan sumber makanan yang mengandung omega-3 dalam pola makan sehari-hari.
“Kalau mau hamil, bisa coba sering makan ikan,” ujar dr Indra, dikutip dari Facebook Doa Ibu Persada.
Omega-3 Bisa Didapat dari Makanan Sehari-hari
Dr Indra menyebut, omega-3 dapat diperoleh dari sejumlah bahan makanan yang relatif mudah ditemukan.
Beberapa di antaranya adalah ikan, telur, dan kacang-kacangan. Mengonsumsi makanan tersebut secara seimbang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama menjalani promil.
“Omega-3 paling banyak di telur, kacang-kacangan, dan ikan,” jelasnya.
Baca Juga: Program Hamil, Apakah Boleh Pasutri Berhubungan Seks Setiap Hari? Ini Penjelasannya
Menurutnya, memperbaiki pola makan merupakan salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan pasangan untuk mendukung upaya mendapatkan kehamilan.
Namun, konsumsi omega-3 bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan promil.
Bukan Solusi Tunggal untuk Sulit Hamil
Pasangan perlu memahami bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 bukan berarti dapat secara langsung membuat seseorang hamil atau menjadi solusi untuk masalah kesuburan.
Penelitian mengenai hubungan omega-3 dengan kesehatan reproduksi memang menunjukkan hasil yang menjanjikan, tetapi masih terus dikembangkan. Omega-3 lebih tepat dipandang sebagai salah satu nutrisi pendukung, bukan sebagai terapi utama untuk mengatasi infertilitas.
“Dan itu bukan tips satu-satunya,” ujar dr Indra.
Baca Juga: Benarkah Ubi Rambat dan Gaya Bercinta Bisa Dapat Anak Kembar? Ini Penjelasan dr Indra Tarigan
Karena itu, pasangan yang sudah lama menjalani promil tetapi belum mendapatkan kehamilan sebaiknya tidak hanya mengandalkan perubahan pola makan.
Evaluasi kondisi kesehatan reproduksi kedua pasangan juga penting dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat faktor lain yang memengaruhi peluang kehamilan.
Dengan pola makan bergizi seimbang, gaya hidup sehat, serta pemeriksaan medis bila diperlukan, pasangan dapat memiliki persiapan yang lebih baik dalam menjalani program kehamilan.(*)
Editor : Ayu Oktaviana